Breaking News:

Berita Nasional

UMKM Bisa Ambil KUR Tanpa Jaminan hingga Rp 100 Juta, DPR: Harus Didampingi

Pertama, kata Anis, perlu ditegaskan bahwa sektor UMKM memang mempunyai peran yang cukup signifikan dalam perekonomian.

Editor: Rizali Posumah
kompas.com
Ilustrasi UMKM. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati berharap kenaikan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta, dapat mendorong pembiayaan di tengah lesunya penyaluran kredit

Kenaikan nilai KUR tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Selasa (4/5/2021). Tujuannya untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Memang sudah saatnya pemerintah menambah dan merevisi kebijakan pelaksanaan KUR. Tentu saja ini penting dilakukan untuk memperjelas keberpihakan pemerintah terhadap UMKM, terutama untuk segmen mikro dan ultra mikro," tutur Anis saat dihubungi, Rabu (5/5/2021).

"Seharusnya ini juga bisa menjadi motor penggerak untuk meningkatkan permintaan kredit ke depan," imbuhnya.

Delapan catatan

Namun, Anis memberikan delapan catatan kepada pemerintah setelah menaikkan nilai KUR tanpa jaminan. 

Pertama, kata Anis, perlu ditegaskan bahwa sektor UMKM memang mempunyai peran yang cukup signifikan dalam perekonomian, terlebih pada negara berkembang seperti Indonesia

Kedua, kondisi makroekonomi Indonesia, seperti produk domestik bruto (PDB) dan inflasi juga ikut mempengaruhi permintaan kredit UMKM

"Untuk itu pemerintah berkewajiban menjaga pertumbuhan GDP (produk domestik bruto), dan Bank Indonesia selaku otoritas moneter bertugas menjaga inflasi yang rendah dan stabil untuk meningkatkan permintaan kredit UMKM," ujarnya. 

"Ketiga, sudah kewajiban dari pemerintah untuk bisa menyediakan akses KUR yang semakin mudah bagi pelaku UMKM," sambung politikus PKS itu. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved