Breaking News:

Kecelakaan Maut di Minsel

Sehari Sebelum Lakalantas Maut Tanjakan Munte Minsel, Keluarga Alami Pertanda Buruk

Menurut pengakuan Kaharudin Papeo, salah satu kuarga korban, sebelum saudaranya tewas dalam kecelakaan, dia sudah mendapatkan pertanda buruk

Penulis: Rul Mantik
Editor: David_Kusuma
rul mantik
Korban kecelakaan di Desa Munte dibawa ke RS 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kematian Mahmud Tangka (51), Warga Desa Bajo, di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di tanjakan Desa Munte, Kecamatan Tumpaan, Kabulaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (6/5/2021), menyisakan cerita mistik.

Menurut pengakuan Kaharudin Papeo, salah satu kuarga korban, sebelum saudaranya tewas dalam kecelakaan, dia sudah mendapatkan pertanda buruk.

"Kemarin (Rabu), tiba-tiba sepeda motor saya jatuh. Telapak tangan saya sampai terluka. Ini lukanya," kata Kaharudin sambil menunjukkan luka di telapak tangannya.

Setelah mengalami kecelakaan ringan itu, Kaharudin masih merenung dan bertanya-tanya.

Lakalantas Maut di Tanjakan Munte Minsel
Lakalantas Maut di Tanjakan Munte Minsel (Istimewa/Polres Minsel)

Baca juga: Korban Lakalantas Maut di Tanjakan Munte Bekerja di Galangan Kapal Kalasey, Sosok Pekerja Keras

"Dalam hati saya bilang, ini pasti pertanda buruk. Perasaan saya sangat tidak enak, sebab, tiba-tiba saja sepeda motor yang saya kendarai jatuh," papar Kaharudin.

Setelah kejadian kecelakaan yang menewaskan saudaranya, Kaharudin baru menyadari bahwa kejadian yang dia alami sehari sebelumnya adalah pertanda buruk.

"Ternyata kecelakaan ringan yang saya alami kemarin adalah pertanda bahwa anggota keluarga saya akan mengalami nasib seperti ini," ujarnya.

Korban kecelakaan di Desa Munte dibawa ke RS
Korban kecelakaan di Desa Munte dibawa ke RS (rul mantik)

Kepada petugas kepolisian, Kaharudin meminta untuk mengusut tuntas kejadian tersebut.

"Usut sampai tuntas. Keluarga kami mau agar ini diusut transparan. Mobil yang melindas keluarga kami, juga harus ditahan," pinta Kaharudin.

Baca juga: Mayat Terkapar di Depan Kantor Wali Kota Bitung, 12 Jam Kemudian Tersangka Ditangkap

Dari pantauan Tribun Manado di Rumah Sakit Kalooran Amurang, puluhan keluarga dan warga Desa Bajo, ikut mengantar jenazah korban.

Mereka menunggu di halaman Rumah Sakit saat jenazah korban sementara diautopsi.

Hingga berita ini diturunkan pada Pukul 20.43 Wita, jenasah korban masih berada di ruang aotopsi.

"Kami akan menunggu hingga selesai, kemudian jenazah korban akan kami bawa pulang untuk dimakamkan," pungkas Kaharudin Papeo, mantan Kumtua Desa Bajo itu.(rul)

Baca juga: 473 Siswa Ujian Pakai Handphone, Wali Kota Bitung Maurits Mantiri Apresiasi Sistem Digital

Baca juga: Suami Joanna Alexandra Berpulang, Raditya Oloan Meninggal Saat Jalani Perawatan Intensif di RS

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved