Breaking News:

Virus Corona

Kehabisan Oksigen, 140 Pasien Covid-19 di RS Saroj India Tanpa Harapan, Gupta Berjuang untuk Ibunya

Pemerintah tak mengalokasikan dana besar untuk penanganan virus Corona dan larinya para miliarder India dari New Delhi

India Today
India kesulitan tabung oksigen untuk pasien terpapar Covid-19 

TRIBUNMANADO.CO.ID, NEW DELHI - Pemerintah tak mengalokasikan dana besar untuk penanganan virus Corona dan larinya para miliarder India dari New Delhi dan Mumbai semakin membuat warga setempat tanpa harapan.

Rumah Sakit Saroj yang dikenal dengan fasilitas dan pelayanan terbaik pun kehabisan oksigen untuk menangani pasien yang terpapar virus Corona.

Contoh kasus, seorang warga India bernama Sanchi Gupta tampak berlarian, ia mencoba mendapatkan tabung oksigen, meskipun hanya silinder kosong.

Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021).
Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). (AP)

Ibunya merupakan satu dari 140 pasien virus corona (Covid-19) yang dirawat di Rumah Sakit Saroj, salah satu rumah sakit dengan fasilitas terbaik di ibu kota India, New Delhi.

Dalam perawatan intensifnya ini, sang ibu telah menggunakan alat bantu pernafasan atau ventilator.

Namun kemudian, rumah sakit itu menyampaikan kepada Gupta dan keluarga lainnya bahwa persediaan oksigen di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) tersebut telah habis.

Sehingga mereka harus mencari tabung oksigen untuk dibawa ke rumah sakit itu agar nyawa orang yang mereka cintai ini tidak terancam.

Baca juga: BREAKING NEWS - Penjagaan Masuk Minut Ketat, Truk dan Kendaraan Berat Disuruh Balik Kanan

Baca juga: Daftar Ucapan Idul Fitri 2021, Cocok Dibagikan untuk Saudara Teman Lewat Media Sosial WhatsApp 

"Kami tidak mendapatkan silinder penuh, jadi kami mencoba mencari silinder yang kosong, karena kami masih bisa mengisinya. Kami berhubungan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan harapan mereka memiliki tangki yang dapat mengisi silinder, kami putus asa," kata Gupta menjelaskan kepada media lokal di luar rumah sakit tersebut.

Ia pun menanyakan hal ini pula kepada setiap orang asing yang ia temui di trotoar luar rumah sakit.

"Apa yang terjadi dengan pemerintah? Mengapa kita tidak punya oksigen? Mengapa? Mengapa ini terjadi?," jelas Gupta sambil menangis.

Halaman
123
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved