Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Liga Champions

Final Liga Champions Rasa Liga Inggris, Pep Guardiola Harus Waspada, Tuchel Siapkan Kryptonite

Stadion Olimpiade Istanbul akan menjadi tempat di mana The Blues akan bermain melawan Manchester City pada 29 Mei 2021.

Tayang:
Editor: Fistel Mukuan
Pep Guardiola dan Thomas Tuchel 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejarah di liga champions diukir oleh klub papan atas Inggris.

Bagaimana tidak, babak final liga champions akan mempertemukan Manchester City vs Chelsea yang berasal dari Inggris.

Dengan begitu Final Liga Champions rasa Liga Inggris setelah dua klub  Premier League resmi berhadapan pada Final Liga Champions 2021.

Chelsea mengalahkan Real Madrid dengan skor 2-0 sehingga agregat menjadi 3-1.

Sedangkan Manchester City mengalahkan PSG dengan skor agregat 4-1.

Stadion Olimpiade Istanbul akan menjadi tempat di mana The Blues akan bermain melawan Manchester City pada 29 Mei 2021.

Pep Guardiola sepertinya akan gugup mulai sekarang hingga hari final itu.

Mengapa?

Karena Thomas Tuchel adalah satu-satunya pelatih klub yang mencegah The Citizens memenangkan quadruple yang diinginkan.

Di babak semifinal Piala FA, Chelsea berhasil melaju ke final setelah melewati Manchester City.

Jika ada satu klub yang bisa menimbulkan masalah bagi skuad Guardiola, klub itu adalah klub yang dipimpin oleh Tuchel.

Jika kita sekilas menganalisis dua finalis, Manchester City terlihat jelas favorit untuk memenangkan pertandingan.

Tetapi perlu dilihat Thomas Tuchel sudah melakukan sesuatu yang benar-benar luar biasa dalam waktu yang singkat.

Roman Abramovich mengontrak manajer Jerman karena dia adalah seorang pragmatis yang dapat menetralkan tim yang mendominasi seperti Guardiola dengan Citizens.

Berlawanan dengan pelatih lain yang suka menyerang, Tuchel memahami kryptonite (baca: kelemahan) untuk Pep adalah sepak bola defensif.

Timo Werner dan Thomas Tuchel dalam pertandingan Tottenham Hotspurs vs Chelsea, 4 Februari 2021.
Timo Werner dan Thomas Tuchel dalam pertandingan Tottenham Hotspurs vs Chelsea, 4 Februari 2021. (AFP/NURPHOTO/ACTION FOTO SPORT)

Real Madrid dan Chelsea bertemu di Stamford Bridge, hasilnya semua tahu, Chelsea lolos ke babak Final Liga Champions dan akan menghadapi Manchester City .

The Blues bisa disebut sedang melalui kisah kebangkitan yang membutuhkan lebih kurang satu musim untuk menyelesaikannya.

Diawali dari Frank Lampard hingga akhirnya dipecat karena dinilai bukan menjadi manajer yang ideal untuk The Blues, kemudian Thomas Tuchel menerima tantangan dari Roman Abramovich.

Manajer asal Jerman itu mencapai final musim lalu tetapi kalah melawan Bayern Munich yang kuat.

Hari ini, dia harus melawan klub yang memiliki sejarah kuat di Liga Champions, Real Madrid .

Sejak menit pertama pertandingan, terlihat jelas bahwa The Blues lebih baik secara keseluruhan.

Kembalinya Sergio Ramos bukanlah momen ideal yang diharapkan Zidane karena ia dibayangi oleh N'Golo Kante.

Gelandang Prancis ini adalah pemain terbaik dalam pertandingan seperti mesin yang tak kenal lelah.

Di babak pertama, The Blues mencetak gol pembuka melalui Timo Werner.

Di babak kedua, Thibaut Courtois menjadi man of the match dengan penampilan gemilang yang membuat Los Blancos terus berjuang hingga saat-saat terakhir pertandingan.

Manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola semifinal Piala FA Inggris antara Chelsea dan Manchester City di Stadion Wembley di barat laut London pada 17 April 2021.
Manajer Manchester City Spanyol Pep Guardiola memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola semifinal Piala FA Inggris antara Chelsea dan Manchester City di Stadion Wembley di barat laut London pada 17 April 2021. (BEN STANSALL/POOL/AFP)

Selanjutnya, Mason Mount mencetak gol terbaik dalam karirnya yang membawa Chelsea ke Final Liga Champions.

Namun semua pujian akan diberikan kepada kecemerlangan N'Golo Kante.

Thomas Tuchel akan menghadapi tim paling kuat musim ini untuk tahun kedua berturut-turut.

Akankah pelatih Jerman beruntung kali ini?

Berikut adalah skor pemain Real Madrid dan Chelsea

Chelsea

Mendy (7), Azpilicueta (7), Silva (8), Rudiger (7), Christensen (8), Chilwell (7), Kante (10), Jorginho (8), Havertz (7), Mount (8), Werner (8).

Bench: Pulisic (8), James (6), Ziyech (6), Isco (7), Williams (6).

Real Madrid

Courtois (9), Mendy (6), Ramos (6), Militao (6), Nacho (6), Casemiro (6), Kroos (6), Modric (6), Hazard (6), Vinicius (5), Benzema (6).

Bench: Asensio (6), Rodrygo (6), Valverde (6), Mariano (5), Dalot (5).

Chelsea memastikan diri jadi penantang Manchester City di partai final Liga Champions setelah menyingkirkan Real Madrid dengan agregat 3-1.

Pep Guardiola dan Thomas Tuchel
Pep Guardiola dan Thomas Tuchel ()

Chelsea mengulang sukses menembus final Liga Champions seperti yang terakhir kali mereka capai pada musim 2011/2012,  setelah meraih kemenangan 2-0 pada
semifinal leg kedua di Stamford Bridge, Kamis (6/5), melalui gol Timo Werner (28') dan Mason Mount (85').

Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 di semifinal leg pertama di Stadion Alfredo Di Stéfano, Rabu (28/4).  

Sedangkan Manchester City lolos ke partai
final setelah menyingkirkan wakil Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) dengan agregat 4-1.

Kecemerlangan barisan lini serang Manchester City sudah lama terbentuk, di sisi lain mereka memiliki barisan lini belakang yang solid dengan hanya kebobolan
empat gol dalam 12 pertandingan yang dimainkan sejauh ini.

Paling menonjol ialah catatan mereka di babak penyisihan grup, sebab Manchester City menorehkan rekor pertahanan terbaik dengan hanya kebobolan satu gol.

Menunjukkan solidnya lini pertahanan The Citizen menyusul perekrutan Ruben Dias yang diduetkan dengan John Stones di jantung pertahanan.

Setelah memenangkan Grup C, mereka membukukan kemenangan kandang dan tandang melawan Gladbach dan Dortmund, sebelum memastikan tempat mereka di final dengan
dua kemenangan luar biasa atas finalis 2020, Paris Saint-Germain.

Menilik strategi yang mereka mainkan, Josep Guardiola telah menggunakan sistem false-nine dengan efek yang luar biasa musim ini, dengan Riyad Mahrez, Phil
Foden, Bernardo Silva, Kevin De Bruyne dan bahkan Ilkay Gündoğan semuanya bergiliran sebagai ujung tombak serangan City.

Setelah mencekik lawan sejauh ini dengan tekanan tanpa henti dan umpan tepat waktu,

The Citizens tidak mungkin mengubah pendekatan mereka di Istanbul.

Seperti yang dikatakan Guardiola:

“Kami terbiasa bermain dengan cara tertentu. Kami tidak dapat melakukannya secara berbeda," dilansir Tribun Jogja dari laman
UEFA.

Dalam 11 musim sebagai pelatih kepala, Guardiola telah mengangkat delapan gelar liga, tetapi yang terakhir dari dua medali manajerial UEFA Champions League
winners datang pada 2011.

Sekarang dia mengincar untuk menjadi pelatih keenam yang memenangkan kompetisi Eropa.

Piala dengan dua klub berbeda.  

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Final Liga Champions Rasa Liga Inggris, Tuchel Siapkan Kryptonite untuk Pep?, https://jogja.tribunnews.com/2021/05/06/final-liga-champions-rasa-liga-inggris-tuchel-siapkan-kryptonite-untuk-pep?page=all

Berita lain terkait Liga Champions

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved