Berita Bolsel

Sejumlah Proyek Mangkrak, Warga Tobayagan Laporkan Kepala Desa ke Polisi, Ini Tanggapan Kades

Aroma korupsi terendus di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Tepatnya di Desa Tobayagan Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng)

Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
Dokumentasi Warga
Salah satu proyek RTLH di Desa Tobayagan yang belum selesai 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Aroma korupsi terendus di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Provinsi Sulawesi Utara.

Tepatnya di Desa Tobayagan Kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng). 

Pada Rabu (5/5/2021), salah seorang warga bernama Goni Mokoginta datang melapor ke Polres Bolsel.

Laporan tersebut terkait adanya dugaan korupsi dana desa oleh Sangadi (Kepala Desa) Tobayagan. 

Baca juga: Oknum Wartawan di Bolsel Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Percobaan Rudapaksa

Baca juga: Dua Pos Disiapkan di Bitung untuk Pengetatan Warga yang Akan Mudik

Menurut Mokoginta, laporan tersebut sudah diterima oleh pihak Polres Bolsel. 

Ia memaparkan dalam kurun waktu tiga tahun anggaran desa Tobayagan, pembangunan fisik tidak pernah selesai. 

Terbukti tahun 2018, lapangan tidak tuntas, kemudian tahun 2019, pembangunan tribun pun mandek. 

"Dan terakhir, tahun kemarin itu pembangunan RTLH tidak capai 100 persen," ungkap dia. 

Baca juga: Ingat Kivlan Zein? Eks Kepala Staf Kostrad Ungkap Perannya untuk NKRI, Sedih Dituduh Provokator

Mokoginta juga mempertanyakan hasil dari pembangunan lapangan dan tribun yang sudah menelan anggaran kurang lebih dari Rp 500 juta. 

“Sedangkan RTLH itu satu unit dibanderol Rp 50 juta, dan tahun kemarin itu ada 10 unit," beber dia. 

Dirinya berharap agar pihak kepolisian bisa menindaklanjuti laporannya ini. 

“Harus sesuai dengan amanat undang-undang," tegasnya.

Sementara itu, Sangadi Tobayagan Masri Podomi menepis apa yang dilaporkan Mokoginta. 

Baca juga: 6-17 Mei Aktivitas Pelayaran Antar Kepulauan di Kabupaten Kepulauan Talaud Tetap Normal

Ketika dikonfirmasi, dirinya menjelaskan, untuk lapangan tak ada masalah. 

Bahkan ia menuturkan jika volumenya lebih.  

“Kalau dihitung timbunannya itu kurang lebih 6000 kubik, dari volume 4.500 kubik," ujar Podomi. 

Sedangkan pembangunan tribun, Podomi menuturkan jika memang ada kesalahan. 

Tapi itu bersifat manusiawi, Pasalnya setelah dihitung bahannya langsung dibelanjakan oleh pelaksana. 

Baca juga: INI Dia Pasukan Rahasia yang Dibentuk Prabowo dan Luhut Disebut Bisa Langsung Tumbangkan KKB

“Setelah itu, bahannya habis sampai saya pun menambah pakai uang pribadi sekitar Rp 10 juta belanja besi," sebut dia. 

Untuk RTLH, katanya masih dalam proses pekerjaan satu unit dan akan selesai dalam waktu dekat ini. 

“Satu dua hari ini akan tuntas. Nah yang lain sudah masuk 90 persen. Di sini sulit cari pekerja. Kami terpaksa cari pekerja dari Kotamobagu," pungkasnya. (Nie)

Baca juga: Cuaca 33 Kota Besok Kamis 6 Mei 2021, 4 Wilayah Ini Waspada Hujan Petir, Info Terbaru Prakiraan BMKG

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved