Berita Internasional

Perbaiki Hubungan Bilateral, Erdogan dan Raja Salman Bertemu, Apa yang Dibahas?

Hingga kini Turki masih berusaha memperbaiki hubungannya dengan Arab Saudi.

Editor: Isvara Savitri
AYTAC UNAL/ANADOLU AGENCY/ANADOLU AGENCY VIA AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat konferensi pers menyusul rapat kabinet di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turki pada Senin (26/4/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, ANKARA - Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz telah melakukan pertemuan bilateral sebanyak dua kali.

Yang kedua diadakan pada Selasa (4/5/2021).

Hal tersebut dilakukan karena Turki masih terus berusaha memperbaiki hubungannya dengan Arab Saudi.

Kedua negara tersebut dilanda krisis kepercayaan yang terus meningkat pasca pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki.

Seperti kita ketahui bersama, jamal Khashoggi dibunuh di Istanbul oleh sekelompok orang dari Arab Saudi.


Jurnalis senior Arab Saudi, Jamal Khasshoggi. (Sky News)

Insiden tersebut merambat ke banyak sektor seperti bisnis dan perdagangan.

Tahun lalu, pengusaha Arab Saudi mendukung boikot tidak resmi atas barang-barang Turki sebagai bentuk permusuhan.

Dilansir dari Reuters, aksi boikot tersebut berhasil memotong nilai perdagangan hingga 98 persen.

Baca juga: Semifinal Chelsea VS Real Madrid, Final Liga Champions Bertajuk All England Jika Chelsea Menang

Baca juga: Larangan Mudik Berlaku Mulai 6 Mei 2021, Berikut Rincian Aturan, Ada yang Boleh Bepergian

Kepada Reuters bulan lalu, juru bicara Erdogan Ibrahim Kalin mengatakan bahwa Erdogan dan Raja Salman telah mengadakan pembicaraan yang baik.

Menteri luar negeri kedua negara juga sepakat untuk bertemu.

Pertemuan pada hari Selasa juga dilakukan sehari sebelum pertemuan antara pejabat Turki dan Mesir di Kairo.


Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz. (ALEX BRANDON/POOL /AFP)

Bulan lalu, Turki mengatakan telah melanjutkan kontak diplomatik dengan Mesir dan ingin kerja sama lebih lanjut

Hubungan kedua negara cukup buruk dalam delapan tahun terakhir karena tentara Mesir menggulingkan presiden Ikhwanul Muslimin yang dekat dengan Ankara pada 2013.

Pembicaraan Turki dengan Mesir dapat menjalin kerja sama baru antara kekuatan regional dan membantu upaya untuk mengakhiri perang di Libya.

Baca juga: Antisipasi Kenaikan Bapok Jelang Idulfitri, Wabup Bolmut Pimpin Rakor TPID Kabupaten Bolmut

Baca juga: Pemerintah Buka Penerbangan Wuhan-Jakarta, Fadli Zon: Ini Sangat Berbahaya

Belakangan Turki mulai berusahan untuk membangun kembali hubungan dengan Mesir dan negara-negara Teluk Arab, mencoba mengatasi perbedaan yang membuat Turki semakin terisolasi di dunia Arab.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Erdogan dan Raja Salman adakan diskusi untuk perbaiki hubungan bilateral.

Berita lainnya terkait Berita Internasional.

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved