Breaking News:

Ditolak, Benny Wenda Dikabarkan Frustasi dan Mulai Ngemis Minta Dukungan untuk Kemerdekaan Papua

Benny Wenda yang kian kehilangan dukungan tersebut kemudian menyebut bahwa perjuangan rakyat Papua sudah berlangsung hampir 60 tahun

Editor: Finneke Wolajan
SBS News
Benny Wenda 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok Benny Wenda kini mulai mengemis ke negara lain, setelah dua negara yakni Australia dan Selandia Baru menolak beri dukungan.

Deklarator kemerdekaan Papua Barat ini merasa dirinya kehilangan dukungan dari berbagai sisi.

Termasuk dua negara yang selama ini diharapkan menjadi bentengnya memisahkan Papua Barat dari Indonesia.

Kekecewaan sosok pro teroris Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) Papua atau KKB Papua tersebut nampaknya mendorong rasa frustasi pada diri Benny Wenda.

Hingga akhirnya dirinya mulai mengemis dukungan dari negara yang justru jelas-jelas banyak menjebak negara miskin.

Benny Wenda yang kian kehilangan dukungan tersebut kemudian menyebut bahwa perjuangan rakyat Papua sudah berlangsung hampir 60 tahun.

"Rakyat Papua tidak berada di tangan yang aman selama masih dikuasai Indonesia," ujar Benny Wenda kepada The Australian.

Bahkan Benny Wenda menyebut bahwa sejak tahun 1960, sudah hampir 500.000 warga Papua yang terbunuh, termasuk wanita dan anak-anak.

"Sejatinya ada genosida yang berjalan lambat di tanah Papua yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia."

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved