Larangan Mudik

Anggap Larangan Mudik Tak Adil, Mahasiswa Usir Pengunjung Lippo Plaza Kendari

Para mahasiswa itu mendesak agar Lippo Plaza Kendari itu tak beroperasi selama periode larangan mudik Lebaran 2021.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Surat Edaran Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi terkait larangan mudik Lebaran memicu demonstrasi.

Puluhan mahasiswa di Kota Kendari pun berunjukrasa di Lippo Plaza Kendari, Rabu (5/5/2021) malam.

Beberapa oknum mahasiswa itu mengusir pengunjung Lippo Plaza Kendari yang malam itu terlihat ramai.

Kehadiran para pengunjukrasa itu membuat sebagian pengunjung ketakutan.

Para mahasiswa itu mendesak agar Lippo Plaza Kendari itu tak beroperasi selama periode larangan mudik Lebaran 2021

Plaza ini berada di Jalan MT Haryono, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Jadi mereka meminta Lipoo Plaza Kendari tutup, katanya supaya adil karena mudik dilarang,” kata Kasatgas Ketupat Anoa Polres Kendari Iptu Ruslan yang ditemui di pelataran Lippo Plaza Kendari, Rabu (5/5/2021) malam.

Mahasiswa demo di Lippo Plaza Kendari, Rabu (5/5/2021) malam. Mereka menuntut mal ini ditutup selama larangan mudik.
Mahasiswa demo di Lippo Plaza Kendari, Rabu (5/5/2021) malam. Mereka menuntut mal ini ditutup selama larangan mudik. (Capture Youtube)

Awalnya mahasiswa menolak dengan sebatas berdemonstrasi di jalan saja sekitar pukul 5 sore.

Namun situasi menjadi tegang ketika mahasisa menerobos pagar Lippo Plaza Kendari hingga masuk di pusat perbelanjaan tersebut.

“Tadi situasi tegangnya, para pengunjung ketakutan itu pas mahasiswa masuk. Kira-kira jam 8 (malam) tadi,” ujar Ruslan.

Pantauan TribunnewsSultra.com (Tribun Network), sekira pukul 20.13 wita situasi sudah kondusif.

Lippo Plaza akhirnya tutup sementara setelah digeruduk mahasiswa.

Sementara itu polisi terlihat masih berjaga. Bahkan, tim Brimob Polda Sultra diturunkan untuk mengamankan.

Meski demikian, para masa aksi terlihat belum bubarkan diri.

Mereka masih terlihat berada di seberang jalan raya depan Lippo Plaza Kendari.

Larangan Mudik Lebaran

Diketahui, ketentuan peniadaan mudik Lebaran 2021 resmi diberlakukan mulai tanggal 6 Mei 2021.

Aturan larangan mudik Idul Fitri 2021 tersebut juga berlaku di Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 17 Mei mendatang.

Perjalanan mudik dilarang pada periode tersebut kecuali 6 hal yang dikecualikan berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sultra Ali Mazi.

Ketentuan ini juga mengatur perjalanan dalam hal kepentingan nonmudik tertentu lainnya wajib memiliki Surat Izin Perjalanan atau Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Dalam surat tersebut disebutkan pada periode peniadaan mudik yang berlaku tanggal 6 Mei sampai dengan tanggal 17 Mei 2021, perjalanan orang dikecualikan atau boleh melakukan perjalanan dengan memenuhi ketentuan sebagai berikut.

a. Dikecualikan atau boleh melakukan perjalanan:

1. Kendaraan pelayanan distribusi logistik;

2. Bekerja/ perjalanan dinas;

3. Kunjungan keluarga sakit;

4. Kunjungan duka anggota keluarga meninggal;

5. Ibu hamil yang didampingi oleh 1 orang anggota keluarga;

6. Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang.

b. Dalam hal kepentingan nonmudik tertentu lainnya wajib memiliki Surat Izin Perjalanan atau Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Pelaku perjalanan dalam periode yang dimaksud wajib memiliki versi cetak dari surat izin perjalanan tertulis atau SIKM yang dilengkapi tanda tangan basah dari pimpinan atau kepala desa/ lurah setempat.

Jika terjadi dalam keadaan tertentu operator transportasi dapat melayani kapasitas maksimal 50% dari total seat, agar penerapan protokol kesehatan berjalan efektif.

Surat edaran nomor 443.1/1898 tersebut diteken Gubernur Sultra Ali Mazi pada 4 Mei 2021.

Surat tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Antar Kabupaten/ Kota dalam Provinsi Sulawesi Tenggara dengan transportasi selama masa Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah/ Tahun 2021 dalam Rangka Pengendalian dan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19).

Pengetatan Sebelum dan Sesudah Lebaran

Gubernur Sultra pada surat edaran ini juga mengatur ketentuan pengetatan perjalanan dan transportasi selama masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik Lebaran 2021.

1. Pelaku perjalanan pada umumnya yang menggunakan transportasi wajib meningkatkan melaksanakan protokol kesehatan sebagai berikut:

a. Memakai masker dengan benar;

b. Mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau dengan hand saniatizer;

c. Membatasi interaksi fisik dan selalu menjaga jarak;

d. Tidak boleh berkerumun;

e. Membatasi aktivitas di tempat umum/keramaian; dan

f. Mengatur moda transportasi sedemikian rupa, sehingga angkutan orang maksimal 50% dari kapasitas sarana angkutan.

2. Pada periode menjelang masa peniadaan mudik yang berlaku tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan pascamasa peniadaan mudik yang berlaku tanggal 18 Mei sampai dengan 24 Mei 2021, perjalanan orang harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a. Pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan Bermotor Umum serta Angkutan Sungai dan Danau akan dilakukan Rapid Test Antigen apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah dalam waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan;

b. Pelaku perjalanan yang menggunakan Kendaraan bermotor Perseorangan, dihimbau melakukan Rapid Test Antigen dalam kurun 1 x 24 jam sebelum keberangkatan;

c. Pelaku perjalanan yang menggunakan Angkutan Penyeberangan Laut, wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1x 24 jam sebelum keberangkatan, dan 1 x 24 jam sebelum kepulangan;

d. Pelaku perjalanan menggunakan Transportasi Udara wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau surat keterangan hasil negatif Rapid Test Antigen di Bandar Udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

3. Perjalanan rutin menggunakan pelayaran terbatas wilayah satu Kecamatan/ Kabupaten/ Provinsi atau Transportasi Darat (Angkutan Laut atau Angkutan Penyeberangan Laut) dalam wilayah satu aglomerasi perkotaan dan anak berusia di bawah 5 tahun tidak diwajibkan menunjukan hasil Rapid Test Antigen.

Gubernur Sultra juga meminta Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara, Komandan Korem 143 Halu Oleo beserta jajarannya sampai tingkat kecamatan dan desa melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan surat edaran ini.

Selain itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Tenggara dan kabupaten/ kota melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan surat edaran ini.

Terkait protokol kesehatan, pemerintah provinsi, TNI/ Polri, pemerintah kabupaten/ kota, dan instansi terkait lainnya agar menempatkan personil atau petugasnya di terminal bus.

Selain itu, pelabuhan dan bandara pada posko terpadu serta di titik lokasi yang menjadi pintu masuk sesuai dengan kewenangannya.(Risno Mawandili/TribunnewsSultra.com)

Sumber: 

TribunnewsSultra.com dengan judul Mahasiswa Geruduk Lippo Plaza Kendari Malam-malam Buntut Larangan Mudik, Pengunjung Mal Panik

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved