Breaking News:

Penanganan Covid

Varian Corona Baru di India Cepat dan Mematikan, Sentil Festival Keagamaan dan Demo Petani

Situasi masyarakat di India memprihatinkan. Varian baru Covid-19 yang tidak terkendali dan kehancuran perekonomian

Editor: Aswin_Lumintang
Reuters
Pasien Covid Dicap Besi Panas di India Usir Roh Jahat Virus Corona, Warga Berobat ke Dukun. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, NEW DELHI - Situasi masyarakat di India memprihatinkan. Varian baru Covid-19 yang tidak terkendali dan kehancuran perekonomian menjadi persoalan utama di negeri ini.

Ilmuwan dan pemerintah India pun saling menyalahkan terkait situasi pelik yang mendera saat ini.

Para ilmuwan India mengatakan, pemerintah mengabaikan peringatan dari mereka mengenai bahaya virus corona (Covid-19) mutasi yang lebih ganas, B.1.617.

Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021).
Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). (AP)

Terlepas dari peringatan itu, empat ilmuwan tergabung dalam Konsorsium Genetika SARS-CoV-2 (INSACOG) mengatakan, pemerintah India tidak berusaha memberlakukan pembatasan skala besar untuk menghentikan laju penularan virus, meski sudah dipaparkan tentang bahaya virus corona mutasi itu.

Peringatan tentang varian baru diterbitkan INSACOG pada awal Maret. Menurut seorang ilmuwan yang mengetahui masalah itu, hasil penelitian kemudian disampaikan kepada pejabat tinggi pemerintah yang melapor ke Perdana Menteri Narendra Modi.

Akan tetapi, pemerintahan Modi belum memberi tanggapan mengenai laporan itu.

INSACOG dibentuk sebagai forum penasehat ilmiah oleh pemerintah India khusus untuk mendeteksi varian genom virus corona yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, pada Desember 2020 lalu. Forum itu menggandeng 10 laboratorium nasional yang diandalkan dalam mempelajari varian virus corona.

Direktur Institute of Life Sciences sekaligus anggota INSACOG, Ajay Parida, mengatakan pihaknya mendeteksi virus B.1.617 pada awal Februari lalu.

 
Forum ilmuwan itu melapor temuannya ke Pusat Pengendalian Penyakit Nasional (NCDC) Kementerian Kesehatan India sebelum 10 Maret. INSACOG memperingatkan infeksi dapat meningkat dengan cepat di beberapa negara bagian akibat penyebaran virus itu.

Baca juga: DOA Puasa Hari ke-22 Selasa 4 Mei 2021, Doa Lebih Dalam, Bacaannya Mudah Artinya Minta Diberikan ini

Baca juga: Allenatore Juventus Andrea Pirlo Janjikan Dapat Tiket Liga Champions Musim Depan, Tersisa 4 Laga

Pada saat itu, INSACOG mulai menyusun keterangan pers untuk Kementerian Kesehatan. Isinya menguraikan temuan yakni virus varian baru India memiliki dua mutasi signifikan pada bagian virus yang menempel pada sel manusia, dan saat dilacak menjangkiti 15 persen hingga 20 persen penduduk di Maharashtra, salah satu negara bagian India yang paling parah terdampak pandemi corona.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved