Breaking News:

Penyidik KPK Memeras

Natalius Pigai Tuding KPK Lambat Tindaklanjuti Kasus Suap yang Libatkann Azis Syamsuddin

Kinerja, independensi dan kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus dicurigai berbagai kalangan.

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Medan / Daniel
Natalius Pigai 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kinerja, independensi dan kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus dicurigai berbagai kalangan. Satu di antaranya diutarakan Mantan Komisioner Komnas HAM sekaligus aktivis Papua, Natalius Pigai yang menyorot kasus suap Wali Kota Tanjung Balai. 

Natalius Pigai meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih peka terhadap keterlibatan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam dugaan kasus suap Wali Kota Tanjung Balai.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin keluar dari gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Senin (27/11/2017). Azis Syamsuddin diperiksa saksi meringankan dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik untuk tersangka Ketua DPR Setya Novanto.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

"Selama ini KPK sudah melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku dagang jabatan, tetapi delik yang dikenakan adalah delik korupsi biasa. Kejahatan dagang jabatan secara nyata tumbuh dan berkembang di Indonesia," kata Pigai dalam siaran persnya kepada Tribunnews, Selasa (4/5/2021).

"Sehingga, Kami meminta dalam kasus Azis Syamsudin ini KPK untuk lebih peka terhadap kejahatan korupsi tersebut," tambahnya.

Baca juga: Ibunya Tewas Dilindas Bus Sumber Selamat, Anak Korban Minta Kasusnya Harus Diproses Hukum

Baca juga: 7 Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Berdzikir hingga Menuntut Ilmu

Menurut Pigai, KPK harus lebih maju dengan munculkan delik dagang pengaruh sebagai penegakan hukum di bidang korupsi yang lebih progresif.

"KPK juga jangan lama membenamkan kasus ini karena berpotensi penetrasi kekuasaan lain dalam tubuh KPK," katanya.

"Sudah seharusnya memanggil Azis Syamsuddin untuk diperiksa agar cepat membangun kepercayaan publik," pungkas Pigai.

KPK sebelumnya telah mencekal Azis Syamsuddin bepergian ke luar negeri selama 6 bulan, terhitung sejak 27 April 2021.

Ia tak sendiri, lembaga antirasuah tersebut juga mencekal dua orang lainnya, yaitu masing-masing disebut KPK sebagai pihak swasta, Agus Susanto dan Aliza Gunado.

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin
Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (Azka/nvl (dpr.go.id) via Tribunnews)

Nama Azis Syamsuddin terseret kasus ini karena diduga menjadi perantara yang mengenalkan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial dengan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju.

KPK menduga pertemuan keduanya terjadi di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan pada Oktober 2020.

Dalam pertemuan tersebut diduga Syahrial meminta bantuan Robin untuk mengurus perkara dugaan korupsi jual beli jabatan yang sedang diselidiki KPK agar tidak naik ke penyidikan. 

KPK menduga Robin menerima uang Rp1,3 miliar dari Rp1,5 miliar yang dijanjikan.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pigai Minta KPK Lebih Peka Soal Keterlibatan Azis Syamsuddin Dalam Suap Wali Kota Tanjungbalai, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/05/04/pigai-minta-kpk-lebih-peka-soal-keterlibatan-azis-syamsuddin-dalam-suap-wali-kota-tanjungbalai.
Penulis: Reza Deni
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved