Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut Pukul 11.00 WIB, Seorang Santri Tewas di Tempat, Diduga Ngantuk Lalu Ditabrak Truk

Terjadi kecelakaan maut di jalan raya Ahmad Yani Kediri-Pare, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada hari ini Selasa siang tadi.

Istimewa
Ilustrasi kecelakaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan maut di jalan raya Ahmad Yani Kediri-Pare, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada hari ini Selasa siang tadi.

Kecelakaan itu melibatkan kendaraan truk dengan sepeda motor.

Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan seorang santri tewas di tempat.

Baca juga: Masih Ingat Jessica Wongso? Bunuh Sahabat Pakai Kopi Sianida, Hidupnya di Penjara Kini Memilukan

Baca juga: Gempa Bumi Tadi Selasa (04/05/21) Malam, Info Terbaru Imbauan BMKG, Ini Magnitudo dan Lokasinya

Baca juga: Anggota DPRD Baku Hantam di Ruang Rapat, Politisi PDIP Pukul Politisi PAN dan PBB hingga Dirawat

Foto: Seorang santri asal Pondok Pesantren di Kabupaten Kediri ditemukan tewas usai kecelakaan di jalan raya Ahmad Yani Kediri - Pare di Kecamatan Gurah, pada Selasa (4/5/2021). (Surabaya.Tribunnews.com/Farid Mukarom)

Seorang santri asal Pondok Pesantren di Kabupaten Kediri ditemukan tewas usai kecelakaan di jalan raya Ahmad Yani Kediri - Pare di Kecamatan Gurah, pada Selasa (4/5/2021).

Peristiwa kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

Identitas santri tersebut diketahui bernama Muhammad Syauqi Mubarok (20) warga Desa Cilendek Barat, Kecamatan/ Kota Bogor Barat, Bogor Jawa Barat.

Korban diketahui saat itu mengendarai sepeda motor beat hitam yang tertabrak dengan sebuah mobil truck Mitsubishi, yang dikemudikan oleh Jumari warga Kayen Kidul Kabupaten Kediri.

Kasi Humas Polsek Gurah Bripka Heru Suyono mengatakan, kronologi kejadiannya saat itu korban melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang.

"Saat berada di tempat kejadian perkara, korban diduga mengantuk.

Sehingga ia lepas kendali oleng ke arah kanan.

Kemudian dari arah berlawanan muncul kendaraan mobil Mitsubishi dan menabrak korban," jelasnya kepada SURYA.co.id Selasa (4/5/2021).

Menurut Kasi Humas Polsek Gurah, sopir mobil sudah berusaha menghindari korban, namun karena korban muncul secara mendadak, tabrakan tak bisa dihindari.

"Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara," ungkapnya.

Selanjutnya korban kemudian dilakukan evakuasi ke rumah sakit.

Sementara itu untuk sopir truck Mitsubishi saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan.

"Kasus ini sudah diambil dan ditangani langsung oleh Unit Laka Lantas Polres Kediri," pungkas Bripka Heru Suyono Kasi Humas Polsek Gurah.

Hindari Anjing Menyeberang, Mobil Gran Max Tabrak Pohon

Foto: Kondisi mobil kecelakaan di Jalan Gatot Subroto, Lingkungan Pallengoreng, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (4/5/2021) pagi. (Istimewa)

Sebuah mobil Daihatsu Gran Max mengalami kecelakaan tunggal di Jl Gatot Subroto, Lingkungan Pallengoreng, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (4/5/2021) pagi.

Dari video yang diperoleh mobil dengan nomor polisi DW 2374 AU tampak rusak parah.

Mobil dalam keadaan terbalik ke kiri.

Bagian depan penyok dan kaca mobil pecah. Bagian samping kanan mobil juga penyok.

Kanit Laka Satlantas Polres Bone, Iptu Siswanto mengatakan mobil tersebut berisi tiga orang, terdiri seorang sopir dan dua penumpang.

Sopir bernama Ancil (18) alamat di Desa Tiroang, Kecamatan Palakka.

Dua penumpangnya bernama Latang (58) dan Jamaluddin (36). Dari kartu identitas keduanya beralamat Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Siswanto menuturkan, mobil melaju dari arah selatan, Sinjai menuju ke utara, Bone.

Saat tiba di lokasi kejadian, sang sopir Ancil mencoba menghindari anjing yang menyeberang dan genangan air.

Namun, mobil oleng ke kiri lalu ke kanan sehingga menabrak pohon yang berada di pinggir jalan. Kuatnya benturan membuat pohon tumbang.

"Dari hasil oleh TKP dan keterangan saksi, sopir coba hindari anjing yang menyeberang dan genangan air di pinggir jalan.

Mobil pun oleng ke kiri dan ke kanan lalu menabrak pohon," katanya melalui sambungan telepon.

Beruntung, kata dia, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Namun, ketiga orang dalam mobil dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Sang sopir, Ancil alami luka patah tertutup di paha kiri.

Dia saat ini dirawat di Rumah Sakit M Yasin.

Sementara penumpang, Latang alami luka terbuka di kepala, patah tertutup di betis kanan, luka tergores di paha kanan dan tangan. Saat ini masih dirawat di Rumah Sakit M Yasin.

Penumpang bernama Jamaluddin hanya mengalami luka memar di bagian dada. Dia saat ini dirawat di Rumah Sakit Pancaitana.

Perwira berpangkat dua balok ini belum mengetahui pasti tujuan ketiganya.

Namun, ada dugaan mereka hendak mudik sebelum berlakunya pelarangan mudik.

"Belum diketahui tujuan mereka, baru bisa diketahui kalau kita lakukan BAP.

Kemungkinan mau mudik," ujarnya.

(Surya.co.id/Farid Mukarrom) (Tribun-Timur.com/Kaswadi Anwar)

Berita Kecelakaan Lalu Lintas Lainnya

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Kronologi Santri Asal Bogor Tewas Tertabrak Truk di Kediri

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Hindari Anjing Menyeberang, Mobil Gran Max Tabrak Pohon

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved