Breaking News:

Nasional

Ingat Tragedi Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh Tahun 2018? Terungkap Percakapan Akhir, Ini Penyebabnya

Pesawat Lion Air yang sebelumnya dijadwalkan melakukan penerbangan dari Jakarta-Pangkalpinang tersebut jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat

(Istimewa via Tribun Jabar)
Ilustrasi kecepatan pesawat Lion Air JT 610. 

"Pak Har, tolong ambil kendali pesawat ini," kata Bhavye Suneja.

"Please wait Cap. Please standby," jawab Kopilot.

"Pak Har, tolong perform Checklist Airspeed Unreliable," pinta pilot.

"Please standby," jawabnya lagi.

Sementara itu, Harvino masih sibuk mencari halaman ceklist Air Speed yang diminta pilot.

"Pak Har, mana memori Itemnya, mana," tanya Pilot.

"Feel diferential presure," jawab Kopilot.

"Bukan, bukan yang itu, cari Air Speed Unreliable pak," sambungya lagi.

"Mana ya kok nggak ada," sebut Kopilot.

Sembari mencari Kopilot juga bergumam "Mana Air Speed, mana Air Speed,".

Kemudian, suasana di ruang kendali pesawat mulai panik dan genting.

Kopilot juga masih terus mencai checklist Air Speed.

Pilot juga masih terus berusaha mempertahankan posisi pesawat agar tidak Nose Down.

Setelah itu, halaman yang dicari akhirnya ketemu juga dan system kendali auto pilot pesawat akhirnya dirilis.

"Pesawat tidak mau dikendalikan sejak ditarik naik, dia pasti turun lagi," kata Pilot.

"Cap ini pesawat naik turun kaya roller coaster Cap," sebut Kopilot.

"Kasian penumpang pasti stress mereka, tolong panggilkan engginer ke Cockpit," sambung pilot.

Meski dalam kondisi kepanikan dan nyawa sudah di ujung tanduk,

Kapten Bhavye Suneja masih sempat memikirkan keadaan penumpang

yang dilanda stress karena kondisi pesawat yang tidak stabil.

Akhirnya Fligt Attendant (Pramugari) menginformasikan kepada rekannya bahwa telah terjadi masalah di kookpit.

Sementara itu, pilot masih terus mengatasi masalah yang membuat pesawat terus turun.

"LNI 610, kenapa Altitude turun," tanya petugas ATC.

"Kita ada masalah," jawab Bhavye Suneja.

"Ya, kami mengalami masalah serius pesawat terbang secara manual, Lion 610," sahut Harvino.

Setelah itu Kopilot meminta Return to Base.

"Pak Har, tolong ambil alih kendali pesawat," sebut Pilot.

"Control Take Over Cap," jawab Kopilot.

Setelah kemudi diambil alih, Kopilot mengalami kendala yang sama dengan yang dialami pilot sebelumnya.

Setelah lama berjuang mengendalikan pesawat, hal yang menegangkan tiba-tiba terjadi yang mana pesawat terus turun.

"Cap, pesawat turun terus tidak bisa dicover," ujar Kopilot.

"It's okay, It's okay," jawab Pilot.

"Up up, naik naik. Cap, cap jatuh tidak bisa dikendalikan," sebut Kopilot sembari berteriak.

"Oh no, no, no, no," sebut Pilot sambil berteriak dengan nada panik.

"Naik Naik," teriak Kopilot.

Saat itu juga alarm di kokpit semuanya berbunyi.

"Pull up, pull up, pull up. Oh no..it's the end!!," sebut Pilot.

"Allahu Akbar," ucap Kopilot.

Setelah itu terdengar suara benturan dengan air dan seketika lenyap tak ada suara apapun lagi.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Rekaman Percakapan di Kokpit Viral, Pilot Lion Air JT 610 Khawatir Dengan Kondisi Penumpang

Berita lain terkait Kecelakaan Pesawat

Editor: Alpen Martinus
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved