Breaking News:

Nasional

Ingat Tragedi Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh Tahun 2018? Terungkap Percakapan Akhir, Ini Penyebabnya

Pesawat Lion Air yang sebelumnya dijadwalkan melakukan penerbangan dari Jakarta-Pangkalpinang tersebut jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat

(Istimewa via Tribun Jabar)
Ilustrasi kecepatan pesawat Lion Air JT 610. 

"Cap, apakah anda ingin kembali ke base," tanya Harvino lagi.

Lalu, Kopilot bertanya kepada ATC mengenai ketinggian pesawat saat itu pada layar radar.

Ternyata pesawat berada diketinggian 900 kaki.

Namun hal itu berbanding terbalik, data dari black box Flight Data Recorder (FDR)

menunjukan diketinggian 790 kaki dilayar pilot dan 1010 kaki di layar kopilot.

Petugas memilah serpihan pesawat dan barang penumpang pesawat Lion Air JT 610 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, senin (29/10/2018). Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta - Pangkal Pinang jatuh di perairan Pantai Karawang, Jawa Barat. Pesawat membawa yang jatuh di perairan Pantai Karawang mengangkut 181 penumpang.
Petugas memilah serpihan pesawat dan barang penumpang pesawat Lion Air JT 610 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, senin (29/10/2018). Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta - Pangkal Pinang jatuh di perairan Pantai Karawang, Jawa Barat. Pesawat membawa yang jatuh di perairan Pantai Karawang mengangkut 181 penumpang. ((KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO))

"Pak Har, coba minta Tower agar kita tetap di posisi ini karena kondisi tidak normal," pinta Pilot.

Lalu Kopilot meminta kepada ATC agar tetap di posisi itu karena

ingin Return To Base atau kembali ke bandara lantaran pesawat menglami masalah.

Setelah itu, pilot meminta kopilot untuk mengambil alih kendali pesawat.

Salama itu juga pesawat mengalami naik dan turun sebanyak 26 kali.

Halaman
1234
Editor: Alpen Martinus
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved