Breaking News:

Berita Sulut

Sekda Terancam Rezim Baru Kepala Daerah, Ternyata Berpeluang Isi Kabinet Olly Dondokambey

Dari pengalaman sebelumnya, ada yang langsung dapat jabatan eselon II, namun ada yang non job alias jadi staf di Sekretariat Daerah Pemprov Sulut.

Jumadi Mappanganro
Kantor Gubernur Sulut saat diabadikan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pergantian rezim kepala daerah ikut mengancam keberadaan Sekretaris Daerah (Sekda).

Biasanya jika kepala daerah baru, maka Sekda-nya juga baru.

Pejabat yang kehilangan posisi Sekda kabupaten/kota biasanya banyak 'berlabuh' di Pemprov Sulut. 

Dari pengalaman sebelumnya, ada yang langsung dapat jabatan eselon II, namun ada yang non job alias jadi staf di Sekretariat Daerah Pemprov Sulut.

Sejumlah Sekda pun terpaksa hengkang setelah tersingkir di rezim pemerintahan baru.

Ambil contoh, Edison Humiang, Sekda Bitung rezim Wali Kota Hanny Sondakh dan Wakil Wali Kota Max Lomban.

Ketika tahun 2016, rezim berganti ke Max Lomban dan Maurits Mantiri, Humiang pun tersingkir, hingga akhirnya berlabuh di Pemprov Sulut.

Gubernur Olly Dondokambey kemudian mengangkatnya menjabat Kepala Satuan Pol PP Sulut. Humiang kemudian naik ke posisi Asisten I Pemprov Sulut hingga kini.

Ada lagi, Sandra Moniaga, Sekda Minahasa Utara di rezim pemerintahan Bupati Sompie Singal dan Wakil Bupati Yulisa Baramuli.

Pergantian rezim ke Vonnie Panambunan-Joppie Lengkong tahun 2016, Sandra pun kembali ke Pemprov Sulut. Ia sempat menjadi staf di Sekretariat Provinsi.

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved