Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Buru di Sulut

Peringatan May Day, Buruh 'Curhat' ke Olly Dondokambey

"Saya terima kasih karena kerja sama organisasi buruh sejak saya menjadi gubernur berjalan dengan baik," ujar Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Ryo Noor
Buruh di Sulut memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional di Pohon Kasih, Kawasan Mega Mas Manado, Sabtu (1/5/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Buruh di Sulut memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional di Pohon Kasih, Kawasan Mega Mas Manado, Sabtu (1/5/2021)

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey hadir pada peringatan itu, sekaligus mendengar 'curahan hati' para buruh.

"Saya terima kasih karena kerja sama organisasi buruh sejak saya menjadi gubernur berjalan dengan baik. Banyak usulan buruh pemerintah mengakomodasi," kata dia.

Ia mencontohkan pekerja sosial keagamaan ini dijamin perlindungan ketenagakerjaan, sehingga Pemprov mendapat juara 1 nasional dari pusat

Organisasi buruh juga mengusulkan bagi pekerja seperti supir angkot, dan ojek diberikan perlindungan ketenagakerjaan pemeintahan pun mengakomodasi.

Terkait aspirasi buruh yang disampaikan pada May Day, Gubernur mengatur waktu yang tepat untuk diskusi secara langsung dengan buruh

"Pemerintah melaksanakan tugas dan tanggung jawab, hadir di tengah masyarakat, salah satu para buruh," ujarnya.

Ia mengapresiasi peran buruh di Sulut sehingga daerah aman dan tentram sehingga membuat nyaman investor datang ke Sulut.

"Harapan para buruh sehingga tercipta lapangan pekerjaan lebih banyak," kata dia.

Kesempatan itu dimanfaatkan para buruh menyampaikan curahan hati dan aspirasi ke Gubernur Olly Dondokambey.

Lucky Sanger, Ketua Koordinator Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menyampaikan aspirasi di hadapan Gubernur Olly Dondokambey dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Ia meminta untuk mewajibkan pendidikan buruh pada pendidikan formal.

Kedua, agar melibatkan serikat buruh dalam pengawasan ketenagakerjaan.

Saat ini masih ada praktek hentikan union busting atau pemberangusan serikat pekerja

Selain itu, diharapkan adanya penegakan hukum penerapan upah minimum provinsi di semua perusahaan dan badan usaha

Buruh juga menolak dan cabut UU cipta kerja khusus kluster ketenagakerjaan.

"Waktu kerja melebihi UU wajib dibayarkan dan
hentikan diskriminasi dan intimidasi terhadap buruh," ujar Lucky.

Tommy Sampel, perwakilan organisasi buruh pun menyampaikan curhat ke Gubernur Olly.

Ada beberapa poin ia tekankan. Pertama, Pemerintah bisa menghadirkan job garanty, tersedia lapangan kerja yang layak kedua, buruh mendesak Disnakertrans dapat bekerja profesional hadirkan fasilitas perlindungan pekerja buruh

"Ada kasus Iuran BPJS tak dibayar, pemberangusan serikat buruh. Bidang pengawasan garda terdepan perlu ditambah agar bisa melayani jutaan pekerja buruh," ungkapnya.

Ketiga, buruh meminta kiranya Kapolda untuk menginisiasi adanya pembentukan desk ketenagakerjaan

"Dilatarbelakangi kompleksitas perlu penanganan serius, agar mampu memberikan kepastian hukum perlindungan buruh," katanya.

Keempat, buruh meminta gubernur membentuk lembaga kerja tripartid " Persoalan tenaga kerja bukan tanggungjawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama," ungkapnya.

Hamzah Kamasaan, Perwakilan organisasi buruh KSBSI di hadapan Gubernur pun menyampaikan aspirasinya.

Ia menyentil kasus PHK 7 karyawan di salah satu Rumah sakit Pemerintah

"Mereka ini cleaning service di PHK belum ada penyelesaian," ujarnya.

Ia juga meminta agar anak-anak buruh juga bisa mengeyam pendidikan tinggi. Namun kondisi ini tidak mungkin terjadi melihat kondisi buruh saat ini

"Anak buruh lanjut pendidikan tinggi tidak mungkin, kami berharap keberpihakan pemerintah ke keluarga buruh," ungkap dia.

Masih banyak persoalan buruh yang belum terselesaikan saat ini kiranya bisa jadi perhatian Gubernur Olly Dondokambey. (ryo)

Peringatan Dini Minggu 2 Mei 2021, BMKG: Ini 15 Wilayah yang Alami Hujan Lebat Disertai Angin

Doa Hari ke-20 Puasa Ramadhan 2021, Awas Bukan Nawaitu Shauma Ghadin Tapi

BACAAN ALKITAB Abraham Dibenarkan karena Iman, Allah Memperhitungkan Kepercayaannya

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved