Breaking News:

RHK Sabtu 1 Mei 2021

BACAAN ALKITAB ULANGAN 24: 17-22 - Memberi Lebih Baik Dari Pada Diberi

Umat Israel pada awalnya adalah budak di tanah Mesir. Sebagai budak, maka umat Israel hidup dalam ketergantungan dan kekuasaan Raja Mesir.

internet
Ilustrasi renungan 

Ulangan 24:17-22
"Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai.
Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini.
Apabila engkau menuai di ladangmu, lalu terlupa seberkas di ladang, maka janganlah engkau kembali untuk mengambilnya; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda — supaya TUHAN, Allahmu, memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu.
Apabila engkau memetik hasil pohon zaitunmu dengan memukul-mukulnya, janganlah engkau memeriksa dahan-dahannya sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
Apabila engkau mengumpulkan hasil kebun anggurmu, janganlah engkau mengadakan pemetikan sekali lagi; itulah bagian orang asing, anak yatim dan janda.
Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini."
----------------------------------------

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Umat Israel pada awalnya adalah budak di tanah Mesir. Sebagai budak, maka umat Israel hidup dalam ketergantungan dan kekuasaan Raja Mesir. Hak asasi sebagai manusia tentu terabaikan. Apapun yang ingin dilakukan oleh penguasa Mesir dapat dilakukan tanpa perlawanan. Namun oleh karena Tuhan Allah, maka umat Israel dapat dituntun melewati padang gurun selama 40 tahun dan tiba di negeri yang dijanjikan dengan berlimpah susu dan madu. Umat Israel menjadi bangsa yang disegani dihormati oleh bangsa-bangsa lain. Dalam menjalani kehidupan di tanah perjanjian, Tuhan Allah menghendaki agar umat-Nya melakukan sama yang diajarkannya lewat Musa.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Tuhan Allah sangat memperhatikan para janda, yatim, dan orang asing. Allah sangat tahu bahwa umat Israel pasti akan mengabaikan orang-orang tidak berarti dalam tatanan kehidupan masyarakat Israel yaitu janda, yatim dan orang asing. Untuk itu Tuhan Allah membuat ketetapan dan hukuman-Nya agar jika ada yang melanggar maka orang itu akan mendapat hukuman Allah. Allah menghendaki agar yatim, janda, orang asing mendapatkan juga keadilan yang menghidupkan dengan tidak mengambil pakaian seorang janda menjadi barang gadai, jika ada berkas yang tertinggal di ladang jangan di ambil dan itu untuk anak yatim dan janda. Jika ada sisa pohon Zaitun di dalam jangan diambil. Jika ada umat petik anggur, maka jangan kembali lagi untuk memetik pada kali yang kedua karena itu bagian orang asing, yatim, dan janda.

Allah sangat mengasihi orang-orang yang papah, terasing, terpinggirkan, terabaikan dan lain-lain. Karena itu,sebagai keluarga Kristen,marilah kita melakukan sama seperti apa yang diharapkan Tuhan untuk memperhatikan semua orang yang hidup dalam ketidakberdayaan.

DOA: Ya Tuhan, ajarlah kami agar kami tidak menjadi orang yang egois, orang yang hanya mementingkan diri sendiri, keluarga sendiri, kelompok sendiri, tapi jadikanlah kami umat yang bersimpati kepada orang-orang yang hidup dalam kekurangan, orang yang hidup dalam ketidakadilan. Amin.

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved