Breaking News:

Ramadan

Matahari Tidak Bersinar Terik Pada Siang Harinya, Satu Tanda Lailatul Qadar, Simak Tanda Lainnya

Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan. Berikut tanda-tanda datangnya Malam Lailatul Qadar. Tandanya bisa terlihat dan terasa mulai dari siang hari.

Editor: Handhika Dawangi
Lailatul Qadar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan

Berikut Tanda-tanda datangnya Malam Lailatul Qadar

Tandanya bisa terlihat dan terasa mulai dari siang hari.

Ketahui tanda-tandanya dan segera lakukan amalan-amalan berikut ini.

Jangan lupa berdoa di malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar jadi salah satu malam yang ditunggu-tunggu umat Muslim selama bulan Ramadhan.

Seperti diketahui, Lailatul Qadar sering disebut malam seribu bulan.

Malam Lailatul Qadar datang tiap bulan Ramadhan.

Umat Islam selalu menantikan bisa bertemu dengan malam Lailatul Qadar karena berbagai keistimewaannya.

Namun nyatanya, Rasulullah SAW tidak mengungkap secara pasti kapan malam Lailatul Qadar itu terjadi di bulan Ramadhan.

Meski begitu ada beberapa tanda yang bisa kita kenali dari datangnya malam Lailatul Qadar.

Tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar adalah matahari tidak bersinar terik pada siang harinya.

Udara tidak terlalu panas ataupun dingin, suasana malam sangat hening dan tenang, dan bahkan tidak ada anjing menggonggong ataupun binatang yang bersuara.

Jika merasakan berbagai tanda itu dan Anda yakin bahwa itu adalah malam Lailatul Qadar, maka segeralah membaca doa berikut.

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."

Artinya: Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku.

Dalam riwayat Imam Syafi'i seperti TribunJogja.com kutip dari berbagai sumber,

doa yang juga sering dipanjatkan Nabi Muhammad di malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah:

"Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar.'

Artinya: Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

Berdasarkan penjelasan Imam An-Nawawi, ada beberapa amalan yang biasa dilakukan pada Lailatul Qadar.

Meskipun kita tidak tahu secara pasti kapan datangnya Lailatul Qadar, yang penting amalan ini dilakukan selama bulan Ramadan, khususnya sepuluh terakhir Ramadan.

Berikut 7 amalan yang dianjurkan di malam Lailatur Qadar seperti dikutip dari Tribun Jakarta Ketahui Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar, Catat Juga 7 Amalan yang Dianjurkan:

1. Salat

Seperti hari-hari biasanya, salat menjadi amalan wajib yang ditunaikan bagi setiap Muslim.

Nabi Muhammad SAW seperti diriwayatkan Abu Hurairah pernah bersabda: “Siapa saja yang melaksanakan sholat saat malam Lailatul Qadar karena iman dan berharap pahala dari Allah, dosa-dosanya akan diampuni.” (Hadits Riwayat Bukhari Nomor 1.901).

Selain sholat wajib, ada beberapa amalan salat sunnah yang sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar, di antaranya salat tahajud dan hajat.

Salat tahajud bisa dilakukan setelah bangun tidur, dan waktu yang paling tepat adalah di sepertiga malam.

Selain itu, salat hajat merupakan amalan yang dilakukan ketika seorang mukmin mengharapkan sesuatu kepada Allah SWT.

Melakukannya di malam-malam di mana Lailatul Qadar akan turun, akan memperbesar kemungkinan hajatmu akan dikabulkan.

Tentunya, atas dasar niat pada Allah SWT.

2. Dzikir

Dzikir menjadi amalan sederhana dan mudah, tapi sering kali tidak dilakukan oleh seorang muslim.

Dengan berdzikir, seorang muslim akan menyebut asma Allah, mengingatnya, di mana pun dan kapan pun.

Tidak ada aturan yang mengikat untuk berdzikir, melafalkan takbir, hamdallah, pujian, asmaul husna, dan lain sebagainya dalam situasi apa pun termasuk ke dalam amalan dzikir.

3. Membaca Alquran

Salah stau amalan yang bisa dilakukan untuk menyambut turunnya Lailatul Qadar adalah dengan membaca Alquran.

Memperbanyak tilawah Alquran di malam-malam Lailatul Qadar, mungkin akan menghampiri mendatangkan berkah tersendiri.

Karena pada malam itu, malaikat akan turun bersamaan dengan berkah yang dilimpahkan oleh Allah SWT.

4. Iktikaf

Biasanya, seorang Muslim akan menghabiskan menyambut malam Lailatul Qadar dengan berdiam diri di masjid dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Untuk melakukan Iktikaf, seornag muslim harus dilandasi niat bersungguh-sungguh untuk bersimpuh dan mengingat Allah.

Iktikaf sendiri tidak diwajibkan bagi setiap umat Islam.

5. Berselawat

Memperbanyak selawat pada Nabi Muhammad SAW juga dianjurkan untuk menyambut malam Lailatul Qadar.

Sebab, doa yang diijabah dan mustajab melalui berselawat atas Nabi Muhammad SAW.

6. Berdoa

Berdoa merupakan amalan yang tidak terbatas.

Selain dapat memanjatkan apa pun, seorang muslim pun dapat melakukannya kapan saja.

Namun, ada satu doa yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dipanjatkan.

Doa tersebut yaitu:

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni"

Aisyah berkata; “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam lailatul Qodar, apa yang harus aku ucapkan?”,

beliau menjawab: “Ucapkanlah; ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ANNA” (ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pema’af mencintai kema’afan, maka ma’afkanlah daku).” (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani)

7. Bersuci Lahir dan Batin

Salah satu yang dianjurkan saat menyambut turunnnya malam Lailatul Qadar adalah dengan bersuci.

Bersuci bisa dilakukan dengan mandi, berwudhu, dan menggunakan wewangian di malam yang dimungkinkan terjadi malam Lailatul Qadar.

Amalan untuk menyambut malam Lailatul Qadar tidak terbatas pada 7 amalan tersebut.

Ada banyak ibadah baik yang bisa dilakukan untuk mendekatkan diri pada Allah dan mendapatkan rahmat Lailatul Qadar.

Semua amalan terhitung baik dan berpahala, tergantung dari bagaimana niat yang dipanjatkan atas nama Allah SWT. (Tribun Jakarta)

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Dikutip dari Kanal YouTube Tribunnews berjudul TANYA USTAZ: Apa itu Lailatul Qadar dan Apa Tanda-tandanya, pengertian lailatul qadar dijelaskan oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah, DR. H. Baidi.

Ia menjelaskan, pembahasan mengenai lailatul qadar sangat jelas tertera di surat Al-Qadr.

Ayat tersebut memberikan pemahaman kepada umat-Nya bahwa di dalam satu bulan Ramadhan ada satu malam yang mulia, yang disebut malam lailatul qadar.

Pahala yang diberikan kepada orang yang melaksanakan ibadan di malam lailatul qadar itu lebih baik dibanding seribu bulan atau kurang lebih 84 tahun.

Surat Al Qadr

Arti dari Lailatul Qadar juga disampaikan secara jelas di surat Al-Qadr ayat 1-5.

Berikut adalah isi dari surat Al-Qadr ayat 1-5, dikutip dari Tribunnews.com:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Inna anzalnahu fi lailatil-qadr

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ

Wa ma adraka ma lailatul-qadr

Artinya: Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

Lailatul-qadri khairum min alfi syahr

Artinya: Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

Tanazzalul-mala`ikatu war-ruhu fiha bi`izni rabbihim, ming kulli amr

Artinya: Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Salamun hiya hatta matla'il-fajr

Artinya: Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi, menjelaskan keistimewaan malam lailatul qadar.

Malam Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur'an.

Turunnya Al-Quran ada dua tahap:

1. Dari Lauhul Mahfudz turun ke langit dunia

2. Dari langit dunia turun ke bumi kepada Rasulullah dalam bentuk per tema

"Turunnya Al-Qur'an itu ke langit dunia, kemudian turun ke bumi kepada Rasulullah dalam bentuk per tema, yang dibutuhkan Rasulullah dalam berjuang," kata Wahid Ahmadi.

"Turunnya Al-Qur'an itu menjawab pertanyaan-pertanyaan, kejadian-kejadian ketika Rasulullah membutuhkannya, secara berangsur-angsur selama 23 tahun," jelasnya.

Keistimewaan dari malam lailatul qadar adalah disaat Al-Quran turun dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia.

Karena malam tersebut adalah malam turunnya Al-Quran, sehingga disebut malam yang istimewa.

Malam Lailatul Qadar ini disebutkan dalam surat Al-Qadr, bahwa lebih baik dari seribu bulan.

Saat malam Lailatul Qadar, para malaikat akan turun ke bumi hingga pagi hari.

"Para malaikat dan Jibril, turun pada malam Lailatul Qadar atas izin dari Allah SWT, sampai fajar di pagi hari," ungkap dia.

Wahid Ahmadi menyampaikan, umat Islam dianjurkan untuk melakukan Qiyamul Lail atau salat malam, di malam Lailatul Qadar.

"Dalam suatu hadis nabi mengatakan, barangsiapa yang melakukan Qiyamul Lail pada malam Lailatul Qadar itu karena iman kepada Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu," terangnya.

(Tribunnews.com/Widya/Nuryanti)

Berita Terkait Ramadan

Artikel ini telah tayang di:

Tribun-Bali.com dengan judul Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar saat Ramadhan, Ada 7 Amalan yang Dianjurkan,

https://bali.tribunnews.com/2021/04/25/tanda-tanda-malam-lailatul-qadar-saat-ramadhan-ada-7-amalan-yang-dianjurkan?page=all

Tribunnews.com dengan judul Keistimewaan Malam Lailatul Qadar: Turunnya Al-Quran dari Lauhul Mahfudz ke Langit Dunia,

https://www.tribunnews.com/ramadan/2021/04/05/keistimewaan-malam-lailatul-qadar-turunnya-al-quran-dari-lauhul-mahfudz-ke-langit-dunia?page=all&_ga=2.37774305.372001273.1619302717-1974205032.1576467878

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved