Breaking News:

Berita Bolmong

172 Balita di Bolmong Masuk Kategori Stunting, Pemerintah Siapkan Anggaran Hingga Rp 200 Miliar

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan, dari 2.298 total bayi yang lahir pada 2020, 172 diantaranya masuk kategori stunting.

Istimewa.
Kadis Kesehatan Bolmong dr. Erman Paputungan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado -- Kasus bayi kerdil masih saja terdapat di sejumlah desa yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan, dari 2.298 total bayi yang lahir pada 2020, 172 diantaranya masuk kategori stunting.

Dari angka tersebut, tersebar di Delapan desa yang ada di delapan kecamatan. 

Paling dominan angka kasus stunting terjadi di Desa Tanoyan dengan 88 jumlah kasus. 

Disusul di Desa Doloduo Kecamatan Dumoga Barat dengan 24 kasus, dan Desa Lolak Kecamatan Lolak dengan 20 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Bolmong dr Erman Paputungan mengatakan, saat ini pemerintah terus fokus untuk menekan Angka Stunting.

Selain pemberian makanan bergizi, upaya lain untuk menurunkan stunting yakni dengan cara sosialisasi bagaimana menjaga spacing atau jarak kehamilan anak pertama dengan kedua di atas 3 tahun.

Ia menilai kedua program tersebut perlu disosialisasikan hingga ke pelosok karena masih marak pernikahan dini di daerah.

"Ada 2 program unggulannya untuk menekan angka stunting yaitu pembekalan pranikah dan jarak kelahiran anak pertama lebih dari 3 tahun,” kata dia ketika dihubungi Tribun Manado, Jumat (30/4/2021). 

Selain itu intervensi langsung untuk meningkatkan status gizi ibu mengandung dan anak, juga sangat penting dilakukan.

Halaman
1234
Penulis: Nielton Durado
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved