Breaking News:

Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

VIRAL Video Berdurasi 22 Detik Awak KRI Nanggala 402 Nyanyi Lagu 'Sampai Jumpa', Netizen Menangis

Video berdurasi 22 detik itu memperlihatkan kekompakan awak KRI Nanggala 402 menyanyikan lagu Sampai Jumpa yang dipopulerkan Endank Soekamti .

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
(Foto : Instagram/@erixsoekamti)
Awak kapal KRI Nanggala 402 nyanyikan lagu Sampai Jumpa milik Endak Soekamti 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Media sosial kembali diramaikan dengan munculnya video yang menampilkan awak Kapal Selam KRI Nanggala 402.

Sebelumnya setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali.

Informasi tersebut disampaikan oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers pada Sabtu (24/4/2021) kemarin.

Chandra Ceritakan Momen Haru Pelantikan Letkol Heri, Ia dan Sang Ibu Diajak Masuki KRI Nanggala-402

Viral Video 22 Detik Awak KRI Nanggala Nyanyikan Lagu <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/sampai-jumpa' title='Sampai Jumpa'>Sampai Jumpa</a> Milik <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/endank-soekamti' title='Endank Soekamti'>Endank Soekamti</a>

Potongan Video yang diunggah Erix Soekamti di Instagram tersebut menampilkan sejumlah awak KRI Nanggala 402 jadi viral.

Dalam video tersebut, para awak kapal selam itu terlihat bernyanyi bersama lagu "Sampai Jumpa" milik Endak Soekamti.

Video berdurasi 22 detik itu memperlihatkan kekompakan awak KRI Nanggala 402 menyanyikan lagu Sampai Jumpa yang dipopulerkan Endank Soekamti .

Terlihat, ada 11 awak dari KRI Nanggala yang sedang menyanyi dengan diiringi alat musik gitar.

Tampak, ke-11 awak itu sedang berada di dalam Kapal Selam KRI Nanggala 402.

KRI Nanggala-402 Tenggelam, Simak 9 Insiden Kecelakaan Kapal Selam Paling Tragis yang Pernah Terjadi

Hal ini terlihat dari latar belakang video tersebut, banyak komponen yang diduga merupakan kabin KRI Nanggala 402.

Ke-11 awak itu terlihat mengenakan seragam serba hitam dan di kepalanya terpasang baret warna hitam.

Dalam bagian kanan bawah, tertulis KRI Naggala 402.

"Meskipun, ku tak siap untuk merindu, ku tak siap tanpa dirimu, ku harap terbaik untukmu," begitu nyanyian merdu para awak KRI Nanggala.

Belum diketahui kapan video itu direkam.

Namun, video itu diunggah langsung oleh vokalis Endank Soekamti, Erik Soekamti lewat akun Instagramnya @erixsoekamti pada Minggu (25/4/2021).

Unggahan video itu mendapat sambutan haru dari beberapa netizen.

Hampir seluruh netizen membalas video itu deng emoticon menangis. Sejak diunggah, video ini sudah dimainkan 191.000 dan dikomentari 899 netizen.

Sebelumnya, KRI Nanggala 402 dinyatakan tenggelam.

Hal ini diketahui dari peningkatan fase pencarian KRI Nanggala 402 telah naik dari fase submiss (hilang) menuju fase subsunk (tenggelam).

"Saya atas nama Panglima TNI menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kita bersama-sama mendoakan supaya proses pencarian ini terus bisa dilaksanakan dan bisa mendapatkan bukti-bukti kuat," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI menjelaskan, operasi Search and Rescue (SAR) telah memasuki hari keempat sejak dinyatakan hilang pada Rabu lalu.

Sejak awal, seluruh komponen yang dikerahkan telah bekerja semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan kapal selam tersebut.

Lokasi KRI Nanggala-402 Tenggelam, KSAL: Kedalaman 850 Meter Riskan dan Memiliki Kesulitan Tinggi

Kondisi 53 Awak KRI Nanggala-402 Belum Dapat Dipastikan

Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, kapal selam KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali.

Informasi tersebut disampaikan oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto dalam konferensi pers pada Sabtu (24/4/2021).

"Pagi dini hari tadi merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam. Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala," ujarnya.

Adapun barang yang ditemukan itu antara lain pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan botol oranye pelumas periskop kapal selam.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengaku enggan berspekulasi terhadap kondisi para awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang dan tenggelam di perairan Utara Pulau Bali, Rabu (21/4/2021).

Ia tak bisa memastikan bagaimana kondisi dari 53 awak kapal selam buatan Jerman tahun 1979 itu, setelah lebih dari 72 jam dinyatakan hilang dan kemudian tenggelam.

"Kita tidak bisa melihat bagaimana korban, karena belum ketemu salah satu korbannya. Jadi kita tidak bisa duga-duga seberapa kondisi korban dan sebagainya," kata Yudo dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

TNI AL menunjukan bukti serpihan KRI Nanggala-402 di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Pihaknya juga mengaku belum dapat memastikan terkait berapa persen angka harapan hidup para awak kapal selam itu.

Namun, ia mempersilakan semua pihak menganalisis sendiri bagaimana kondisi awak kapal berdasarkan penemuan sejumlah benda yang diyakini milik KRI Nanggala-402.

"Tentunya dengan ada barang-barang ini silakan rekan-rekan evaluasi sendiri," ujarnya.

Adapun sejumlah benda yang diyakini milik KRI Nanggala-402 itu di antaranya pelurus tabung torpedo, pembungkus atau pipa pendingin bertuliskan Korea, botol berwarna oranye yang berguna untuk pelumasan naik turunnya periskop kapal selam.

Yudo melanjutkan, TNI AL juga menemukan alas peralatan sholat yang biasa digunakan para ABK KRI Nanggala-402, sponge penahan panas, dan tumpahan solar.

"Barang-barang ini tidak dimiliki oleh umum. Dan di sekitar radius 10 mil, tidak ada kapal lain yang melintas. Kemudian para ahli yang dalam ini mantan ABK KRI Nanggala dan juga komunitas kapal selam diyakini bahwa ini adalah barang-barang milik KRI Nanggala," tutur Yudo.

Muncul Istilah On Eternal Patrol Atau Tugas Selamanya Tidak Kembali Lagi, Nama 53 Awak Nanggala 402 

Dengan penemuan tersebut, saat ini pihaknya menaikkan status KRI Nanggala-402 daru submiss (hilang) menjadi subsunk (tenggelam).

"Dengan adanya bukti-bukti otentik yang kini diyakini milik KRI Nanggala, pada saat ini kita isyaratakan untuk (naik) dari submiss kita tingkitkan menuju fase subsunk," ujar Yudo dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV pada Sabtu (24/4/2021).

"Pada fase subsunk nanti akan kita siapkan untuk evakuasi medis terhadp ABK yang kemungkinan masih selamat. Kita evakuasi baik nanti ke Surabaya atau nanti ke Banyuwangi nanti akan kita lanjutkan ke proses berikutnya," lanjutnya.

KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Utara Pulau Bali pada Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 04.25 WIB.

Kapal ini sedianya dijadwalkan ikut dalam latihan penembakan rudal di laut Bali, Kamis (22/4/2021).

Latihan ini rencananya dihadiri langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

Akan tetapi, akibat peristiwa ini memaksa latihan tersebut dibatalkan.

Kapal selam KRI Nanggala-402 bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (6/9/2014). Kegiatan itu bagian dari penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana.

KRI Nanggala-402 Alami Retak

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam, Sabtu 24/4/2021).

Ia juga mengatakan kapal ini mengalami keretakan usai dinyatakan hilang kontak di perairan utara Bali, Rabu lalu.

"Dengan ditemukannya peralatan yang sudah keluar ini, terjadi keretakan. Memang terjadi tekanan kedalaman yang dalamnya sampai 700-800 meter, ini tentunya terjadi keretakan terhadap kapal selam tersebut," katanya di Base Ops Lanud I Gusti Ngutah Rai, Bali, Sabtu.

Dengan adanya keretakan ini ada kemungkinan air akan masuk ke badan kapal.

Meski demikian ada juga kemungkinan bagian-bagian kapal yang tidak bisa dimasuki air.

"Kemungkinan-kemungkinan air masuk ada. Tapi ada kemungkinan juga bagian kabin-kabin yang air yang tidak masuk," kata dia.

Ia mejelaskan hal itu terjadi karena badan kapal selam memiliki sejumlah sekat.

Kemudian ada ruangan-ruangan yang dibagi seperti kompartemen.

Apabila, ada keretakan dan awak sempat menutup pintu kedap itu, maka air tak bisa masuk.

"Apabila, keretakannya di depan dan anggota sempat menutup ada kemungkinan tidak kemasukan air di situ. Ada kompartemen-kompartemen yang bisa ditutup dengan yang pintu kedap dan diputar itu," kata dia.

Seperti diketahui, KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali.

Saat ini TNI masih memastikan lokasi dari kapal ini.

Namun lokasinya menguat di titik adanya kemagnetan yang kuat dengan kedalaman 850 meter.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul KRI Nanggala-402 Alami Retak usai Dinyatakan Hilang Kontak dan TNI AL Belum Dapat Pastikan Kondisi 53 Awak KRI Nanggala-402 yang Dinyatakan Tenggelam

Berita lainnya terkait Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved