Breaking News:

Internasional

Seorang Anak Tewas di Kaki Ibunya Saat Naik Becak, Ditolak Dua Rumah Sakit, Awalnya Pingsan

Vinay akhirnya meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit ketiga dengan becak, di dekat kaki ibunya, BBC melaporkan.

Editor: Alpen Martinus
kolase Twitter @iamdevv23
ibu bawa jenazah anaknya pakai becak, sempat diusir dokter dan ditolak 2 rumah sakit 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Malang dialami sorang ibu di India yang harus kehilangan putra kesayangan.

Sebenarnya sang anak masih memiliki kesempatan untuk hidup.

Namun sayang, ia ditolak oleh rumah sakit tempatnya berobat.

Ia pun harus merelakan anaknya meninggal dunia di atas becak.

Baca juga: Sosok Fatimah Gadis Muda yang Dinikahi Ustaz Abdul Somad, Beda 24 Tahun, Lebih Cantik Dari MellyaFoto ibu bawa jenazah anaknya dengan becak

Viral di media sosial foto yang menunjukkan seorang ibu menaiki becak

bersama jenazah putranya yang ditempatkan di dekat kakinya.

Chandrakala Singh duduk dengan jasad putranya, Vinay Singh,

di atas becak elektronik di jalan sibuk Varanasi, Uttar Pradesh, India.

Uttar Pradesh, wilayah terpadat di negara itu,

adalah salah satu negara bagian India yang paling parah terkena Covid-19.

Baca juga: Denny Darko Ungkap Sule Punya Barang Keramat,Tapi Bukan Pesugihan, Iky Pun Lahir di Petak

Foto tersebut telah viral di jejaring sosial India selama beberapa hari terakhir, menurut BBC Hindi dan India Today.

Vinay Singh meninggal pada Senin (19/4/2021) di Varanasi, menurut laporan.

Dia menderita penyakit ginjal, kata pamannya, Jai Singh, kepada BBC.

Vinay sempat membuat janji dengan dokter untuk pemeriksaan hari Senin di Universitas Hindu Banaras.

Tetapi ketika dia tiba, dokter tidak ada di sana.

Vinay serta ibunya lalu dirujuk ke pusat trauma.

Baca juga: Potret 5 Kapal Selam Milik Indonesia, KRI Cakra Sama Tua dengan Nanggala yang Hilang

Namun Vinay Singh pingsan di depan bangsal trauma dan dokter menolak dia masuk, menurut BBC.

Chandrakala Singh, sang ibu, mengatakan:

"Mereka bilang dia terkena corona. 'Bawa dia pergi dari sini'."

"Anak saya, anak saya terengah-engah."

"Kami minta oksigen dan ambulans, tapi kami tidak mendapat apa-apa," lapor BBC.

Chandrakala lalu menaikkan anaknya yang tak sadarkan diri di atas becak elektronik

untuk membawanya ke Rumah Sakit swasta terdekat.

Sayang, Rumah Sakit itu juga menolaknya.

Vinay akhirnya meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit ketiga dengan becak, di dekat kaki ibunya, BBC melaporkan.

Tidak jelas apakah Singh positif Covid-19 pada saat kematiannya.

Kisah Vinay Singh hanyalah salah satu dari banyak cerita

yang menggambarkan bagaimana rumah sakit di India kewalahan menampung pasian.

India mencatat rekor Covid-19 harian tertinggi sebanyak 315.835 kasus pada hari Kamis (22/4/2021).

Orang-orang bahkan beralih ke pasar gelap untuk mencari bantuan

karena rumah sakit mengalami kekurangan tempat tidur serta oksigen.

Di Kota Patna, Pranay Punj berusaha mencari obat remdesivir

untuk ibunya yang sakit parah karena Covid-19 di berbagai apotek.

Pranay kemudian diberitahu seorang apoteker bahwa obat

itu bisa ia beli di pasar gelap searga 100.000 rupee atau sekitar Rp 19,4 juta.

Harga yang dipatok ini 30 kali lipat dari harga normal remdesivir yang dijual di apotek.

Bahkan, dilansir France24, harga obat itu di pasar gelap

sama dengan tiga kali gaji bulanan rata-rata pekerja kantoran di India.

Beruntung Pranay berhasil mendapat obat remdesivir cuma-cuma dari kerabatnya yang baru meninggal karena Covid-19.

Namun beberapa saat kemudian, dia ditelepon pihak rumah sakit bahwa stok oksigen telah habis.

Kondisi ibu Pranay pun terancam karena bergantung dengan pasokan oksigen itu.

"Beberapa jam kemudian, kami berhasil mendapatkan satu tempat tidur

dengan harga yang sangat tinggi di rumah sakit swasta dan memindahkannya ke sana," katanya kepada AFP.

Nasib serupa dialami Ahmed Abbas, yang harus membayar 45.000 rupee untuk tabung oksigen 46 liter.

Harga 45.000 rupee atau sekitar Rp 8,7 juta, sembilan kali lipat dari harga normalnya.

"Mereka meminta saya untuk membayar di muka dan mengambilnya keesokan hari," katanya kepada AFP.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul VIRAL Ibu Bawa Jenazah Anaknya Pakai Becak, Ditolak 2 RS dan Diusir Dokter Gara-gara Diduga Covid-19

Berita lain terkait Covid 19

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved