Info BMKG
Peringatan Dini BMKG Minggu 25 April 2021, Waspada Cuaca Ektrem dan Gelombang Tinggi Terjadi
BMKG juga memberikan peta sebaran gambaran potensi gelombang tinggi untuk beberapa perairan di Indonesia.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kondisi cuaca dan gempa bumi pada minggu 25 April 2021, kembali disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG juga memberikan peta sebaran gambaran potensi gelombang tinggi untuk beberapa perairan di Indonesia.
Dilansir TribunWow.com dari BMKG, berikut rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:
BMKG menyebutkan, daerah konvergensi terpantau memanjang dari Aceh hingga Semenanjung Malaysia, dari perairan Barat Bengkulu hingga Jambi, di Pesisir Selatan Jawa Tengah-Jawa Barat, di pesisir Selatan NTB, di NTT bagian Timur, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur, di kalimantan Selatan, dan dari Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah.
Kondisi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatera Utara,Riau, Kep.Riau, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, NTB, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Papua
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Riau
Lampung
Jawa Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Papua Barat
Wilayah yang berpotensi angin kencang:
Kalimantan Selatan
Peringatan Dini Gelombang Tinggi
BMKG menyebutkan, pusat tekanan rendah 1008 hPa terpantau di Laut Arafuru bagian timur.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari Selatan - Barat dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Selatan Jawa, dan Laut Arafuru.
Kondisi Laut
Area Perairan dengan Gelombang Sedang (1.25 - 2.50 M)
Selat Malaka bagian Utara
Perairan Utara Sabang
Perairan Barat Aceh
Perairan Barat P. Simeulue - Kep. Mentawai
Perairan Enggano - Bengkulu
Perairan Barat Lampung
Samudra Hindia Barat Sumatra
Perairan Seltan Banten
Selat Sunda bagian Barat dan Selatan
Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Barat
Perairan Selatan Jawa Barat dan Tengah
Selat Alas bagian Selatan
Perairan Selatan Sumbawa hingga NTT
Laut Sawu
Selat Sumba bagian Barat
Laut Natuna Utara
Perairan Utara Kep. Talaud
Selat Makassar bagian Utara
Laut Sulawesi bagian Barat
Perairan Utara Kep. Halmahera
Perairan Utara Jayapura
Samudra Pasifik Utara Papua Barat
Laut Banda
Perairan Selatan Kep. Sermata - Leti
Perairan Selatan Kep. Babar - Tanimbar
Perairan Selatan Kep. Kai - Aru
Laut Arafuru
Area Perairan dengan Gelombang Tinggi (2.50 - 4.0 M)
Perairan Selatan Jawa Timur hingga Lombok
Selat Bali – Lombok bagian Selatan
Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah hingga NTB
Laut Arafuru.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau agar masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti:
Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m)
Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m)
Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m)
Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m)
Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diminta tetap selalu waspada.
SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:
Berita terkait Peringatan Dini BMKG
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-cuaca-ekstrem-0970.jpg)