Breaking News:

Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

Lampu-lampu KRI Nanggala Tetap Menyala di Kedalaman 850 Meter, Kapal Tak Blackout Oksigen 5 Hari

Apapun hasil akhirnya nanti, tim yang melakukan pencaharian KRI Nanggala-402 telah melakukan berbagai daya upaya

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, kembali bertolak ke KRI dr. Soeharso untuk memantau langsung proses pencarian KRI Nanggala-402. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -  Apapun hasil akhirnya nanti, tim yang melakukan pencaharian KRI Nanggala-402 telah melakukan berbagai daya upaya untuk mencari keberadaan kapal selam ini.

Bahkan, Indonesia telah menerima bantuan dari Amerika Serikat untuk ikut membantu dalam pencaharian KRI Nanggala-402

Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan oksigen di KRI Nanggala-402 masih bisa bertahan selama 5 hari jika kapal selam tersebut punya kelistrikan bagus.

Kapal selam KRI Nanggala-402 bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (6/9/2014). Kegiatan itu bagian dari penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana.
Kapal selam KRI Nanggala-402 bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (6/9/2014). Kegiatan itu bagian dari penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana. ((KOMPAS/DWI BAYU RADIUS))

Namun bila KRI Nanggala mengalami blackout atau kelistrikannya padam maka ketersediaan oksigen bagi 53 personelnya hanya bisa mencukupi selama 72 jam.

"72 jam itu ketika kapal blackout, tapi kalau kapal ini tidak blackout atau memiliki kemampuan kelistrikan ini bisa bertahan sampai 5 hari," tegas Yudo dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

Yudo sendiri menduga KRI Nanggala tidak alami blackout saat mulai tenggelam ke kedalaman 850 meter.

Pasalnya berdasarkan laporan dari tim penjejak Komando Pasukan Katak (Kopaska), lampu - lampu kapal selam masih menyala saat mulai masuk ke bawah permukaan air.

Bahkan, kata Yudo, kapal penjejak Kopaska yang hanya berjarak 50 meter masih mendengar suara isyarat peran tempur dan menyelam milik KRI Nanggala.

Baca juga: Sedang Berlangsung Live Streaming Chelsea vs West Ham, The Blues Bawa Ambisi Geser Leicester

Baca juga: Ketua KPK Isyaratkan Periksa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Berperan Kenalkan Tersangka ke Wali S

Sehingga diduga kelistrikan KRI Nanggal tidak dalam kondisi blackout.

"Kita tidak bisa tentukan apakah kemarin blackout atau tidak. Karena yang saya sampaikan awal bahwa tim penjejak dari Kopaska waktu kapal masuk air itu lampu masih hidup semua. Bahkan isyarat peran tempur, menyelam ini masih terdengar dari kapal penjejak Kopaska yang jaraknya 50 meter dari kapal selam tersebut. Sehingga dari situ, bahwa kapal tersebut tidak blackout," uajr dia.

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved