Effendi Gazali

Alasan Effendi Gazali Kembalikan Gelar Guru Besarnya, Sedang Bongkar Skema Besar Libatkan Buzzer

Effendi Gazali mengembalikan SK guru Besar kepada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Agus Setyo Budi.

Editor: Aldi Ponge
Tribunnews
Effendi Ghazali 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat komunikasi politik Effendi Gazali mengaku sedang membongkar beberapa skema merugikan negara yang begitu besar. 

Itu menjadi salah satu alasan dirinya mengembalikan gelar guru besar kepada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Agus Setyo Budi.

Dalam surat tersebut Effendi membeberkan sejumlah alasan mengapa ia mengembalikan gelar guru besarnya.

Dalam suratnya itu, Effendi Gazali menyampaikan empat alasan ilmiah kenapa dia mengambalikan SK guru besar.

Pertama, menurutnya, dia sedang membongkar beberapa skema merugikan negara yang begitu besar.

Dia tidak tahu fitnah atau hoax apa yang masih akan terarah pada dia.

"Mereka memiliki kerjasama media dan buzzer; saya khawatir pembunuhan karakter yang mereka bangun berimbas pada gelar guru besar dan institusi tempat mengajar, karenanya detachment merupakan pilihan baik (setidaknya sementara)," ujar Effendi Gazali dalam suratnya itu.

Kedua, lanjut Effendi Gazali, jika dia masih guru besar, demi Tridharma, dia tetap harus meneriakkan skema tersebut.

Padahal, kata Effendi, dia juga harus mengukur diri dan perlindungan karena kekuatan mereka sampai mampu mengalahkan kebebasan berpendapat.

"Wawancara dengan saya bertopik skema itu di youtube/podcast, yang penontonnya sudah jutaan, berhasil mereka minta diturunkan," terang Effendi Gazali.

Ketiga, Effendi Gazali merasa gagal mengajar jurnalisme dan komunikasi.

Dia dikepung puluhan berita/media yang memuat BAP (Berita Acara Pemeriksaan) palsu atau terperiksanya bohong (sehingga BAP itu harusnya direkualifikasi lalu masuk mesin penghancur kertas).

Dan beberapa media yang dia laporkan ke Dewan Pers sudah dinyatakan melanggar Kode Etik Jurnalistik.

"Terima kasih kepada Dewan Pers, khususnya Bapak Mohammad Nuh sebagai Ketua, dan Bapak Arif Zulkifli Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers, serta pakar hukum media Bapak Wina Armada," ucap Effendi Gazali.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved