Breaking News:

Kesehatan

Dibuktikan Oleh Ahli, Puasa Banyak Manfaatnya, Peningkatan Kualitas Tidur & Cegah Berbagai Penyakit

Sudah dibuktikan oleh para ahli mengenai manfaat puasa.Telah terbukti termasuk peningkatan kualitas tidur dan bukti penurunan risiko beberapa penyakit

(yodiyim)
Ilustrasi organ hati, bagian dari sistem pencernaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sudah dibuktikan oleh para ahli mengenai manfaat puasa.

Telah terbukti termasuk peningkatan kualitas tidur dan bukti penurunan risiko beberapa jenis kanker.

Ahli juga menemukan bahwa puasa mencegah berbagai masalah kesehatan.

Yaitu kolesterol tinggi, penyakit jantung dan obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental.

Ramadan adalah bulan paling suci dalam kalender Islam.

Sehingga kehadirannya pun sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia.

Ini merupakan momen spiritual di mana umat muslim bisa mendapatkan limpahan pahala yang tak bisa diperoleh di bulan lainnya.

Praktiknya, bulan puasa melibatkan pembatasan akivitas semisal makan dan minum,

hingga pengendalian nafsu dari mulai fajar hingga matahari terbenam.

Umat ​​Muslim diperintahkan untuk berpuasa selama bulan Ramadan sejak lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

Sementara itu, orang Yunani kuno merekomendasikan puasa untuk menyembuhkan tubuh.

Dan hari ini beberapa ilmuwan menganjurkan puasa yang dimodifikasi untuk manfaat mental dan fisiknya.

Dikenal sebagai puasa intermiten, puasa yang dimodifikasi ini hadir dalam beberapa bentuk yang mengharuskan tidak makan selama 12, 16, atau 24 jam sekaligus.

Bentuk lain, yang dikenal sebagai puasa 5: 2, menganjurkan pembatasan kalori (hanya makan antara 500 dan 600 kalori) selama 36 jam, dua kali seminggu.

Eat Stop Eat, sebuah buku oleh Brad Pilon yang diterbitkan pada tahun 2007, merekomendasikan untuk tidak makan selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu, memberikan kebebasan kepada individu untuk memutuskan kapan harus memulai dan mengakhiri puasa mereka.

Pada tahun 2012, Michael Mosley merilis dokumenter TVnya Eat, Fast and Live Longer dan menerbitkan buku terlarisnya The Fast Diet, keduanya didasarkan pada konsep 5: 2 tentang puasa intermiten.

"Dalam The Fast Diet saya menganjurkan bentuk puasa yang disebut 'makan terbatas waktu'," kata Mosley kepada Al Jazeera.

“Ini melibatkan hanya makan dalam jam-jam tertentu, mirip dengan bentuk puasa yang dilakukan umat Islam selama Ramadan".

“Manfaat yang telah terbukti termasuk peningkatan kualitas tidur dan bukti penurunan risiko beberapa jenis kanker, khususnya kanker payudara," paparnya.

Manfaat puasa

Para ahli juga menemukan bahwa membatasi asupan makanan di siang hari dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung dan obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental.

Dengan tidak mengonsumsi makanan apa pun, tubuh kita dapat berkonsentrasi untuk membuang racun, saat kita mengistirahatkan sistem pencernaan.

Ahli gizi Claire Mahy mengatakan kepada Al Jazeera bahwa puasa memungkinkan usus untuk membersihkan dan memperkuat lapisannya.

Ini juga dapat merangsang proses yang disebut autophagy, yaitu saat sel membersihkan diri dan menghilangkan partikel yang rusak dan berbahaya.

Para ilmuwan juga telah mempelajari hubungan antara asupan makanan, kesehatan usus dan kesehatan mental dan, seperti yang dijelaskan Mosley, puasa dapat menyebabkan pelepasan BDNF (faktor neurotropik yang diturunkan dari otak) di otak.

"Ini telah terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi depresi dan kecemasan, serta risiko pengembangan demensia," tambah Mosley.

Banyak orang yang telah berpuasa juga menemukan bahwa, jika dilakukan dengan benar, hal itu telah membantu mereka menghilangkan lemak dan mendapatkan massa otot tanpa lemak.

Kapan tidak berpuasa

Seperti halnya perubahan pola makan atau gaya hidup, maka ada kondisi-kondisi tertentu yang memperbolehkan seseorang tidak berpuasa.

Semisal yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, atau sedang berada dalam pemantauan dokter.

Sehingga mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli medis sebelum memutuskan puasa atau tidak.

"Puasa dapat menyebabkan kadar glukosa darah rendah (BGL), yang menyebabkan konsentrasi berkurang dan kelelahan meningkat," jelas ahli gizi terdaftar Nazmin Islam.

Ia menambahkan bahwa penurunan berat badan yang berkelanjutan hanya mungkin dilakukan dengan puasa teratur dan penurunan berat badan selama Ramadan dapat dengan mudah dibalik begitu seseorang kembali ke pola makan harian mereka.

“Namun, manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya.

Dalam jangka panjang, puasa, jika dilakukan dengan benar, dapat meningkatkan sistem pencernaan dan metabolisme secara keseluruhan," katanya. (*/Al Jazeera)

Berita Terkait Ramadan

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com

https://jogja.tribunnews.com/2021/04/21/inilah-keajaiban-puasa-bagi-kesehatan-yang-sudah-dibuktikan-para-ahli?page=all

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved