Breaking News:

Sejumlah Pengusaha Manado Rugi Pascabadai Surigae

Tanpa mengetahui informasi peringatan cuaca ekstrem ia mulai mendistribusi sejumlah produk usaha.

Istimewa
Badai Siklon Tropis 94W Surigae yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara sangat berdampak kepada perekonomian masyarakat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Badai Siklon Tropis 94W Surigae yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara sangat berdampak kepada perekonomian masyarakat. Selain berdampak langsung pada ekonomi perikanan, akibat buruk badai tersebut juga turut dirasakan sejumlah pengusaha di Kota Manado.

Salah satunya seperti pengakuan Krismitha Sondole (27) yang mengalami kesulitan bahkan kerugian dalam pendistribusian barang ke daerah kepulauan.

"Saya mengirim barang lewat jalur laut ke Sangihe dan Talaud dengan menggunakan kapal KM Venessia," katanya, Kamis (22/4/2021).

Tanpa mengetahui informasi peringatan cuaca ekstrem yang mungkin sudah di keluarkan oleh pihak BMKG ia mulai mendistribusi sejumlah produk usaha.

"Bermacam-macam, mulai dari air mineral dalam bentuk kardus hingga air mineral galon, selain itu ada pula daging beku yang dikemas dalam kotak pendingin," ucapnya.

Setibanya kapal di dekat pelabuhan Tahuna tiba-tiba Mita mendengar kabar bahwa telah terjadi badai yang cukup parah di wilayah Sangihe.

"Saya mengemas barang itu pada hari Sabtu dan hari Minggu berangkat, ternyata pada hari Senin setibanya kapal di Tahuna terjadi peristiwa badai yang sangat parah," ujarnya.

Mendengar hal itu Mita pun langsung menghubungi petugas kapal yang ada di Tahuna, dengan meminta laporan.

"Dan benar saja, sebanyak tujuh atau delapan galon air mineral mengalami kerusakan," ucapnya.

Dampak badai terhadap pengusaha ini tidak sampai disitu, dalam pengiriman berikutnya di hari Rabu ternyata ada info penundaan pengiriman ke daerah kepulauan dari pihak pelabuhan.

Ia pun mengaku dihari pengiriman kedua dengan menggunakan kapal KM Barcelona dikabarkan bahwa telah terjadi keterlambatan pengiriman selama dua hari.

"Akibatnya ada beberapa barang yang terlambat dikirim, lebih repotnya lagi ada pengiriman daging mentah yang juga ikut terlambat, dengan begitu saya harus segera mengganti es batu yang mencair sebagai sebelum dagingnya rusak," pungkasnya.

Memang badai yang terjadi dalam kurun waktu empat hari ini sangat merugikan pengusaha, bukan hanya Mita, beberapa pengusaha yang lain juga mengalami hal yang sama. (*)

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved