Breaking News:

Nasional

Natalius Pigai 'Tampar' Para Menteri Jokowi Kecuali Prabowo: Cuma Duduk-duduk Makan Gaji Buta Saja

Natalius Pigai kritik para menteri di Kabinet Indonesia Maju, tidak pernah bekerja dan terkesan hanya main-main tapi puji Menhan Prabowo Subianto.

Penulis: Frandi Piring | Editor: Frandi Piring
Kolase Foto Tangkap Layar Youtube Ferdy Hasiman/Istimewa
Aktivis HAM Natalius Pigai kritik kinerja Menteri Kabinet Indonesia Maju. Puji kinerja Menhan Prabowo Subianto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menanggapi isu Reshuffle kabinet Indonesia Maju belakangan ini yang santer dikabarkan.

Sederet nama calon menteri hingga menteri yang akan keluar dari kabinet pun diperbincangkan.

Natalius Pigai memberikan penilaian, di mana para menteri di Kabinet Indonesia Maju saat ini, tidak pernah bekerja dan terkesan hanya main-main saja di pos menterinya.

Bahkan ia menyebutkan mereka menjadikan Covid-19 sebagai alibi.

Aktivis HAM <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/natalius-pigai' title='Natalius Pigai'>Natalius Pigai</a> kritik kinerja Menteri Kabinet Indonesia Maju.

(Foto: Aktivis HAM Natalius Pigai kritik kinerja Menteri Kabinet Indonesia Maju./Tribunnews)

Hal itu disampaikan Natalius Pigai dalam tayangan video youtube Ferdy Hasiman.

"Yang 1,5 tahun terakhir kan para menteri gak kerja. Jadi kerjanya cuma main game,

main handphone, momong anak, jaga istri, masuk kantor, makan siang, duduk-duduk, kembali ke rumah.

Alibinya Covid-19, yang salah Covid-19," kata Natalius Pigai, seperti yang dikutip Tribunmanado.co.id dari video kanal YouTube Ferdy Hasiman, Kamis 22 April 2021.

Walaupun demikian, Natalius Pigai memuji kinerja Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf.

Ia menyebut bahwa Menhan Prabowo Subianto adalah satu-satunya menteri yang selalu aktif bekerja

dan bahkan tetap melakukan dinas ke luar negeri untuk kepentingan negara.

"Pak Prabowo saya kira tidak (main-main). Pak Prabowo kan jelas (bekerja), dia ke Inggris, ke Eropa, ke Amerika Serikat.

Kerja-kerja Pak Prabowo beberapa kali dia ke luar negeri. Pak Prabowo bekerja," terang Natalius Pigai.

Di sisi lain, ia beranggapan saat ini para menteri selalu berdiam diri di ruangannya dengan alasan protokol kesehatan Covid-19

yang membuat mereka tak pernah turun ke lapangan.

"Menteri yang sama sekali tidak jalan, tidak berangkat, padahal kan protokol Covid-19 boleh.

Misalnya menteri mau tugas, didampingi Dirjen 1 orang, protokol 2 orang, itu saja cukup kok diterima oleh Gubernur,

atau turun ke lapangan lihat pembangunan di luar daerah," jelas Natalius Pigai.

Lanjut Pigai, para menteri tidak pernah bekerja semaksimal dan hanya makan gaji buta saja

sampai di mana tidak ada yang bisa dievaluasi dari kinerjanya.

"Tapi mereka (menteri) tidak pernah kerja, mereka hanya makan gaji buta aja, sama sekali tidak bekerja.

Oleh sebab itu kita tidak bisa menilai, mau menilai apa?," ujar Natalius Pigai.

Natalius Pigai menerangkan bahwa jika dia masih bekerja di Komnas HAM, dia tetap akan berkeliling Indonesia

untuk menjalankan tugasnya, walaupun berisiko terpapar virus Corona.

"Kalau saya masih di Komnas HAM, saya keliling dari Sabang sampai ke Merauke, sekali pun Covid-19.

Lebih baik saya mati di dalam tugas, karena demi rakyat. Itu pengorbanan, itu tanggung jawab," ungkap Natalius Pigai.

Aktivis HAM <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/natalius-pigai' title='Natalius Pigai'>Natalius Pigai</a> kritik kinerja Menteri Kabinet Indonesia Maju.

(Foto: Aktivis HAM Natalius Pigai kritik kinerja Menteri Kabinet Indonesia Maju./Youtube Ferdy Hasiman)

Natalius Pigai juga mengingatkan para menteri untuk tidak berdiam diri di kantor dan tetap turun ke lapangan,

meski pandemi Covid-19 seperti saat ini belum berakhir.

"Jadi jangan kira situasi kayak social distancing, itu berarti kamu tinggal di rumah aja, di kantor aja, bukan.

Itu artinya kamu kerja, kamu turun lapangan, lihat fakta-fakta riil di lapangan," ujar Natalius Pigai.

Untuk reshuffle, Natalius Pigai menilai bahwa reshuffle kabinet itu bukan karena evaluasi kinerja para menteri,

tapi untuk akomodasi kepentingan politik.

"Jadi bagaimana saya bisa menilai indikator dari kinerja para menteri.

Saya pikir bukan evaluasi kinerja, reshuffle bukan evaluasi kinerja, tapi basisnya adalah akomodasi kepentingan politik.

Saya punya perkiraan begitu," pungkas Natalius Pigai.

Simak videonya:

Ikuti Berita-berita Terbaru Tribun Manado di Google News

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved