Breaking News:

Menteri Pertanian

Kemenkeu Beri Penghargaan Kinerja Anggaran 2020 ke Kementerian Pertanian

Kementan mendapatkan nilai 93,14 dalam pengelolaan anggaran tahun 2020 kategori pagu besar.

Dokumen Kementan RI
Menteri Pertanian RI Dr Syahrul Yasin Limpo berdialog dengan petani. Kementan baru saja menerima penghargaan atas kinerja anggaran tahun 2020 dari Kemenkeu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kementerian Pertanian ( Kementan ) menerima penghargaan atas kinerja anggaran tahun 2020 dari Kementerian Keuangan atau Kemenkeu RI.

Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 118/KMK.02/2021, Kementan mendapatkan nilai 93,14 dalam pengelolaan anggaran tahun 2020 kategori pagu besar.

Menteri Pertanian Dr Syahrul Yasin Limpo mengatakan sangat bersyukur atas apresiasi penghargaan yang diterima oleh Kementan ini.

Menurutnya hal ini akan menjadi motivasi tersendiri dalam pengelolaan anggaran negara pada masa mendatang.

"Saya selalu mengingatkan seluruh staf kami di Kementan agar menggunakan anggaran secara tepat dan efisien. Sesuai dengan program dan terencana dengan baik,” jelas Mentan di Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, Kementan harus tetap terjun ke lapangan mendampingi petani, memastikan pangan aman, namun tetap menjaga akuntabilitas keuangan negara.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (Dokumen Kementan RI)

Ada tiga kategori penilaian dalam penghargaan ini, yaitu kementerian negara/lembaga (K/L) dengan pagu besar yang terdiri dari 14 K/L, kategori sedang terdiri dari 16 K/L, dan kecil (42).

Nilai kinerja anggaran merupakan gabungan dari nilai dari aplikasi SMART dengan bobot 60 persen dan nilai IKPA dengan bobot 40 persen.

K/L yang diberikan penghargaan berupa piagam penghargaan adalah K/L yang memperoleh nilai kinerja anggaran dalam kategori sangat baik atau lebih dari 90,00.

Penerapan kebijakan anggaran harus dimulai dengan perencanaan kinerja, baik pada level nasional (pemerintah) maupun level instansi (kementerian/lembaga).

Kebijakan tersebut berisi komitmen tentang kinerja yang akan dihasilkan yang dijabarkan dalam program-program dan disusun dengan orientasi output.

Menurut mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini, penghargaan dari Kemenkeu tersebut harus menjadi movitasi positif, semangat berkinerja lebih baik lagi, dan tetap menjaga integritas.

Anggaran Kementan harus maksimalkan bagi pembangunan pertanian yang lebih maju, mandiri dan modern.

"Rakyat harus terus diamankan pangannya," tukas pria yang karier birokratnya paripurna: pernah menjadi lurah, camat, kepala biro, bupati dua periode, wakil gubernur, gubernur dua periode hingga menteri. (*)

Penulis: Jumadi Mappanganro
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved