Breaking News:

Politik

Demokrat-PKS Belum Sepakati Capres 2024, AHY: Bicara Penanganan Covid, Resesi Ekonomi, Demokrasi

Pertemuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat tidak membicarakan pemilihan presiden 2024.

Warta Kota/Nur Ichsan
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) didampingi jajaran pengurus dan pendukung setianya menyampaikan pesan pertamanya usai partai yang dipimpinnya dinyatakan sah oleh pemerintah, di Jakarta, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -  Pertemuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat tidak membicarakan pemilihan presiden tahun 2024.

Hanya membicarakan soal penanganan pandemi Covid-19, resesi ekonomi dan keberadaan demokrasi Indonesia saat ini, kemudian harapan ke depan.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkap tiga substansi utama yang dibahas Partai Demokrat dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Diketahui, Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan jajarannya menyambangi Kantor DPP Partai Demokrat, Kamis (22/4/2021).

Hujan deras disertai angin kencang mewarnai konferensi pers Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat
Hujan deras disertai angin kencang mewarnai konferensi pers Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat (tribunnews.com, Lusius Genik)

AHY mengatakan substansi pertama yang dibahas berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

"Ada tiga substansi utama yang tadi kami diskusikan. Pertama, terkait penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini. Yang kita tahu walaupun semakin banyak yang telah divaksin angkanya sudah lebih dari 12 juta tetapi jika dihitung dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia tentunya masih harus kita bekerja keras, sehingga kita berharap vaksinasi bisa dilakukan semakin efektif dan tentunya lebih membangun kesiapan masyarakat kita dalam menghadapi Covid-19," ujar AHY, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2021).

Substansi kedua, disebutkan AHY adalah perihal sikap terhadap tekanan atau resesi ekonomi yang menjadi dampak utama dari pandemi Covid-19.

Baca juga: Vaksinator Covid-19 Belum Terima Insentif, Kami Belum Tahu Akan Dapat Berapa

Baca juga: Pendaftar Bantuan Produktif Usaha Mikro di Kotamobagu Capai 2.000 Orang

Dia menilai hal ini harus disikapi secara bersama-sama termasuk dampak langsung terhadap ekonomi rakyat.
Sebab banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, penghasilan dan akhirnya menambah jumlah kemiskinan dan ketimpangan di negeri ini.

"Kita sepakat bahwa dua isu utama hari ini tersebut harus menjadi perhatian utama dari PKS maupun Partai Demokrat. Dengan demikian kami juga sepakat bahwa dalam segala diskusi berikutnya kita bisa mengembangkan solusi-solusi terbaik," ungkapnya.

"Kendati kedua partai ini tidak berada dalam pemerintahan nasional, tapi kami juga memiliki suara di parlemen. Kami juga memiliki cukup banyak kepala daerah di berbagai wilayah yang bisa kami titipkan pesan-pesan dan juga bahkan instruksi yang baik untuk bisa dijalankan oleh seluruh kader di daerah," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved