Reshuffle Kabinet
Reshuffle Kabinet Jokowi, Apakah Partai Demokrat Merapat Akan Merapat? Ini Penjelasan Pihak AHY
Partai Demokrat masih teguh dengan keputusan menjadi oposisi pemerintah yang berkuasa saat ini.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Isu Reshuffle kabinet Jokowi semakin hangat di telinga masyarakat Indonesia.
Timbul beberapa nama yang akan diganti dari Kabinet Jokowi saat ini.
Dengan begitu semakin banyak nama-nama yang diisukan akan menempati kursi menteri yang akan diganti.
Apakah Kabinet kali ini jadi peluang partai Demokrat untuk merapat ke pemerintahan Jokowi - Maruf Amin.
Hal itu memunculkan spekulasi bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi pemerintahan.
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) tegas memberikan perintah dan komando kepada para kader partai berlambang Mercy tersebut.
Bagaimana nasib Moeldoko?
Di tengah riuh rendah isu reshuffle kabinet, Partai Demokrat pimpinan Agus Harimuti Yudhoyono kembali memanfaatkan momentum.
Ketika semua pandangan politik tertuju ke istana, Partai Demokrat komando AHY justru enggan menengok.
Kendati rumor bahwa Partai Demokrat bakal berkoalisi di sisa masa jabatan Joko Widodo - Maruf Amin.
Partai Demokrat tetap memilih berkoalisi dengan rakyat alias oposisi, ketimbang jadi pembantu pemerintah.
Namun tak bisa dipungkiri Partai Demokrat juga turut menyoroti isu kocok ulang atau reshuffle menteri Presiden Joko Widodo ( Jokowi) dan Maruf Amin periode 2019-2024.
Partai Demokrat masih teguh dengan keputusan menjadi oposisi pemerintah yang berkuasa saat ini.
Dilansir Kompas.TV Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyampaikan, pada dasarnya reshuffle merupakan hak prerogratif dari pemimpin negara dalam hal ini Presiden Jokowi.
"Reshuffle kabinet itu hak prerogatif Presiden, bukan ranah Partai," kata Herzaky kepada Tribunnews.com, Selasa (20/4/2021).