Breaking News:

Perubahan Soeharto Setelah Ibu Tien Meninggal, Kehilangan Aura Hingga Langkah Politik Jadi Vulgar

Sesekali, matanya terkadang menerawang. Ketiadaan pendamping, tempatnya berbagi, meronggakan kekosongan dalam hidupnya

Istimewa
Presiden Soeharto dan Ibu Tien 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepergian Ibu Tien Soeharto menyimpan luka mendalam bagi Presiden Soeharto.

Disebut-sebut dirinya kehilangan aura setelah Tien Soeharto atau Siti Hartinah sang ratu Keluarga Cendana meninggal dunia

Sebagai bukti cintanya pada sang istri, Soeharto membangun TMII demi wujudkan mimpi Tien Soeharto. Melawan pada penentangnya.

Presiden Soeharto sendiri dipercaya kehilangan auranya setelah sang istri wafat pada 28 April 1996.

Bahkan, saat tampil di muka umum, ia tampak renta, tanpa cahaya.

Soeharto: Sosok Presiden ke-2 Indonesia yang Rajin Semedi di Puncak Gunung Lawu
Soeharto: Sosok Presiden ke-2 Indonesia yang Rajin Semedi di Puncak Gunung Lawu (DOK.HAI)

Sesekali, matanya terkadang menerawang. Ketiadaan pendamping, tempatnya berbagi, meronggakan kekosongan dalam hidupnya.

Kalangan spiritualis memprediksi, wahyu keprabon telah pergi darinya.

Sebab, sehari sebelum Ibu Tien Soeharto wafat, konon, masyarakat Surakarta melihat seberkas cahaya hijau berbentuk ular naga melesat terbang dari Keraton Mangkunegaran.

Tak masuk akal memang, menghubungkan hal itu dengan karier seorang presiden. Namun, langkah politik Soeharto, setelah kepergian istrinya, sungguh di luar kendali.

Halaman
1234
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved