Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

Hari Kartini 21 April, Rita Tamuntuan Dilantik Ketua BKOW, Ini Harapan Istri Gubernur Olly

Para perempuan di Sulut ikut memperingatinya, semisal Rita Tamuntuan, Istri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Ryo Noor
Rita Tamuntuan, Istri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Hari ini, Rabu (21/3/2021), Bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini.

Para perempuan di Sulut ikut memperingatinya, semisal Rita Tamuntuan, Istri Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

Di momen Hari Kartini, Rita dilantik Gubernur Olly Dondokambey menjabat Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sulut.

Para wanita tergabung dalam BKOW mengenakan baju orange, dilantik di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur.

Rita Tamuntuan pun mengungkapkan harapannya bagi para perempuan di momen Hari Kartini ini.

"Harapan saya perempuan perempuan yang ada di Indonesia Khusunya Sulut memberikan sumbangsih yang terbaik sehingga dapat diterima masyarakat," kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Sulut ini.

Menyangkut BKOW, kata Rita sebenarnya sudah akan dilantik sebelumnya, hanya saja terhambat karena ada Pandemi Covid 19.

Ia menyampaikan, terima kasih atas kepercayaan diberikan sehingga bisa memimpin BKOW. Khususnya untuk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang menginisiasi kegiatan ini.

Bagi pengurus yang baru terbentuk bisa menjalankan program BKOW, kemudian ia berpesan agar bisa terus bersinergi dengan pemerintah. 

Sejarah Kartini

R A Kartini merupakan perempuan yang dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita.

Tokoh pahlawan nasional di Indonesia ini merupakan perempuan yang mempelopori kesetaraan derajat antara wanita dan pria di Indonesia.

Dilansir TribunnewsWiki.com, Hari Kartini diperingati sesuai dengan kelahiran R.A. Kartini yaitu 21 April 1879.
Peringatan Hari Kartini pertama kali dilakukan setelah 2 Mei 1964.

Selanjutnya, Presiden Soekarno mengeluarkan Kepres N0. 108 tahun 1964.

Pada Kepres tersebut, R.A Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Soekarno juga menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini.

Berpuluh-puluh tahun sejak ditetapkan, Hari Kartini selalu dirayakan cukup meriah.

Biasanya masyarakat menggunakan pakaian adat daerah masing-masing sebagai perlambang Bhineka Tunggal Ika.

Biografi R.A. Kartini hingga Penerbitan Buku Habis Gelap Terbitlah Terang

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April 1879, ia dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita.

Ayahnya seorang bangsawan Jawa, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan Bupati Jepara.

Awalnya, Kartini memiliki kesempatan untuk bersekolah.

Kemudian, ayahnya menyekolahkan Kartini di ELS (Europese Lagere School), sebagaimana dilansir lpmpriau.kemdikbud.go.id.

Sehingga, Kartini bisa belajar bahasa Belanda.

Disebabkan kebiasaan kala itu, anak perempuan harus tinggal di rumah untuk ‘dipingit’, maka Kartini hanya bersekolah hingga usia 12 tahun.

Di sinilah sejarah perjuangan R.A. Kartini bermula.

Ketika tinggal di rumah, dia memanfaatkan belajar sendiri dan membaca.

Bahkan, dia juga menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda.

Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya.

Dari Abendanon, Kartini mulai sering membaca buku-buku dan koran Eropa yang menyulut api baru di dalam hati Kartini, yaitu tentang kemajuan berpikir perampuan Eropa.

Sehingga, timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi yang saat itu berada pada status sosial yang amat rendah.

Surat-surat yang Kartini tulis lebih banyak berupa keluhan-keluhan mengenai kondisi wanita pribumi.

Dia melihat contoh kebudayaan Jawa yang ketika itu lebih banyak menghambat kemajuan dari pribumi ketika itu.

Ia juga mengungkapkan dalam tulisannya bahwa ada banyak kendala yang dihadapi perempuan pribumi khususnya di Jawa agar bisa lebih maju. (ryo)

Terungkap Cara Pengusaha Bagi-bagi Uang Miliaran ke Pejabat Kemensos, Juliari Batubara Dapat Rp 32 M

Istri Jadi Otak Pembunuhan Suami, Pelaku Sepupu Korban, Bunuh Saat Berhubungan, Motif Cinta Segitiga

5 Film Cocok Ditonton di Hari Kartini, Mengapresiasi Perjuangan Perempuan Masa Kini

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved