Penemuan Mayat di Minut

Abis Kuota Game, Remaja Ini Tikam Lansia 21 Tikaman hingga Tewas, Aparat Sempat Kesulitan

Pelaku RRT (19) diduga nekat menyantroni toko milik Oma Nona karena kehabisan pulsa kuota game.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
RT (19) tersangka pembunuhan terhadap Federica Maluega (70) alias oma Nona, warga Kelurahan Sarongsong II, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minut, provinsi Sulut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Sejumlah fakta menarik terus bermunculan dari kasus pembunuhan Federica Maluega (70) alias Oma Nona warga Kelurahan Sarongsong II, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minut, Provinsi Sulut, pekan lalu. 

Terungkap dalam jumpa pers di Polres Minut Selasa (20/4/2021), pelaku RRT (19) diduga nekat menyantroni toko milik Oma Nona karena kehabisan pulsa kuota game.

Toko Oma Nona menjual aneka barang, termasuk diantaranya Voucher pulsa online. 

"Keterangan orang tuanya, dia kerap main game online. Saat habis pulsa dia keluar untuk mencari pulsa," kata Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau kepada Tribun Manado Selasa (20/4/2021) malam.

Sesuai hasil pemeriksaan, ia memang mengambil Voucher internet. Barang lain yang ia ambil adalah rokok, snack dan uang. 

Fakta lainnya adalah pelaku mengenal dekat korban. Itulah yang membuat pelaku kalap kala dipergoki Oma Nona. 

"Wajah oma ia tutup dengan bantal, lantas ia tikam berkali - kali dengan gunting yang dicuri di warung oma. Sebanyak 21 tikaman menewaskan oma," kata dia. 

Aksi pelaku sendiri terhitung mulus. Beraksi bak pembunuh profesional, aparat sempat kesulitan membongkar kasus tersebut. 

Namun pelaku tak kuasa melawan rasa bersalah di hatinya. 

Ia kemudian mengakui perbuatannya kepada orang tuanya.

Orang tuanya lantas mengontak seorang anggota DPRD Minut untuk menyerahkan anaknya ke Polres Minut. 

RT (19) tersangka pembunuhan terhadap Federica Maluega (70) alias oma Nona, warga Kelurahan Sarongsong II, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minut, provinsi Sulut, pekan lalu, terancam hukuman penjara selama 15 tahun. 

Kapolres Minut AKBP Grace Rahakbau mengungkapkan, tersangka dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun. 

"Kita jerat dengan pasal 338 KUHP," kata dia dalam konferensi pers Selasa (20/4/2021) sore di Mapolres Minut. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved