Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Talaud

3 Nelayan Talaud Terombang Ambing di Laut Selama 2 Hari, Dihantam Ombak 4 M Tanpa Makanan

Warga Beo ini diterjang ombang setinggi 4 meter hingga akhirnya ditolon anggota Pangkalan AL Melonguane Selasa

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: Aldi Ponge
Tribun Manado/Ivent Mamentiwalo
Tiga nelayan penjaga rumpon di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara terombang-ambing di tengah laut selama dua hari. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tiga nelayan penjaga rumpon di Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara terombang-ambing di tengah laut selama dua hari.

Warga Beo ini diterjang ombang setinggi 4 meter hingga akhirnya ditolon anggota Pangkalan AL Melonguane Selasa (20/4/2021) sekitar Pukul 11:00 Wita

Mereka ditemukan sudah kehabisan makanan akibat diterjang badai

Proses evakuasi terhadap tiga nelayan tersebut dipimpin langsung Danlanal Melonguane Letkol Marinir Adi Sucipto bersama anggota. 

Proses evakuasi dengan menggunakan perahu karet berlangsung dramatis dikarenakan kondisi laut tidak bersahabat.

Ketiga nelayan tersebut yakni Christianto Towoliu (28), Nofery Humena (33) dan Alfian Alelo (38).

Ketiganya warga Beo Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulawesi Utara.

Ketiga nelayan ditemukan sudah dalam kondisi lemas karena kehabisan pasokan makanan dan air minum. 

Alfian Alelo, seorang korban mengatakan sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah menjawab semua doa mereka .

"Saya dan kawan - kawan hampir putus dengan kondisi saat ini yang mereka alami di mana selama dua hari dihantam ombak setinggi 4 meter," ungkap Alfian Alelo

Alfian Alelo mengatakan kondisi rumah bagang atau rumah ponton mereka rusak parah di terjang Angin kencang.

Sehingga mereka tak bisa lagi berbuat apa-pa dan hanya bisa berdoa kiranya ada yang bisa menolong mereka untuk bisa ke darat dan bertemu sanak saudara mereka di rumah. 

"Torang tiga hanya bisa berdoa ke Tuhan untuk keselamatan kami," ujarnya.

Dia mengaku malam diterjang ombak dan angin kencang sehingga merusak semua fasilitas peralatan mereka di ponton (rakit ) pada Senin (19/4/2021)

Berdasarkan informasi dari masyarakat, pihak Lanal Melonguane yang bekerja sama dengan BPBD kabupaten Talaud akhirnya melakukan proses evakuasi terhadap ketiga nelayan tersebut.

Akhirnya berhasil dan ketiga korban di temukan dengan selamat meski sudah dalam keadaan lemas karna tidak makan minum selama 2 hari   

Ketiga nelayan langsung pulang ke rumah masing-masing dan bertemu dengan sanak saudara mereka. 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved