Berita Sulut
Pengamat Politik Unsrat Manado: Para Jenderal Jangan Kalah Start
Johny Lengkong menilai, wacana majunya para Jenderal asal kawanua di Pilgub 2024 merupakan kabar baik bagi Sulut.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pengamat Politik Unsrat Manado Johny Lengkong menilai, wacana majunya para Jenderal asal kawanua di Pilgub 2024 merupakan kabar baik bagi Sulut.
"Mereka punya kapasitas nasional tentu akan sangat berguna jika turun ke Sulut," kata dia kepada Tribun Manado Senin (19/4/2021) siang.
Sebut dia, para Jenderal ini dapat membuat kejutan dalam Pilgub 2024 asalkan dapat memenuhi sejumlah syarat.
Pertama, ujar dia, dukungan parpol.
"Mereka harus menjalin komunikasi dengan partai. Sebelum pensiun harus bergabung dengan partai," kata dia.
Memang ada kesempatan maju di perorangan. Tapi sangat berat untuk 2024.
"Pada 2024, pilkada digelar serentak dan peran parpol sangat kuat dalam konteks politik demikian," katanya.
Para Jenderal ini juga musti PDKT dengan LSM. Apalagi yang punya basis massa besar.
Selanjutnya menjalin komunikasi dengan media massa.
"Ini penting karena media massa akan menampilkan kesuksesan mereka," kata dia.
Sebut dia, para Jenderal ini harus sedari awal mensosialisasikan diri.
Hal itu agar nama mereka dapat muncul dalam survei.
"Akan sangat baik jika nama mereka muncul di survei. Elektabilitas mereka akan meningkat dan mudah dilirik parpol," ujar dia.
Syarat lainnya adalah para calon harus menjaga citra baik di mata masyarakat.
Panggung suksesi kepala daerah tak hanya dominasi para politikus dari parpol.
Banyak pula para Jenderal Polisi atau TNI yang sukses. Soal jejaring, popularitas maupun dana, para Jenderal ini tak kalah.
Bahkan mereka unggul pada strategi teritorial yang biasanya hanya dimiliki seorang Jenderal yang punya pasukan.
Untuk Pilgub 2024, nama sejumlah Jenderal asal Sulut digadang sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
Dengan label kelas nasional, pastinya mereka laku keras saat dijual. Parpol dijamin tak akan rugi meminang mereka.
Salah satu nama yang mulai muncul adalah Komjen Pol Petrus Reinhard Golose.
Putra Kawanua ini sukses mengukir prestasi aras kepolisian nasional.
Keahliannya adalah bidang reserse. Salah satu prestasi terbesarnya adalah meringkus gembong teroris Indonesia Dr Azahari. Ia pernah menjabat Kepala BNN.
Figur lainnya adalah Irjen Pol Carlo Brix Tewu. Tewu adalah purnawirawan Polri yang saat ini menjabat Deputi bidang hukum dan perundang undangan Kementerian BUMN.
Ia pernah menjabat pelaksana tugas Gubernur Sulawesi Barat periode 2016 - 2017.
Mantan Kapolda Sulut Irjen Pol Dicky Atotoy juga pas dimajukan di Pilgub 2024.
Ia pernah menjabat Kapolda Kaltim lantas Wakil Irwasum Polri. Atotoy sangat dikenal warga Sulut lewat slogannya "Brenti Jo Bagate".
Kemudian ada Irjen Pol Ronny Franky Sompie. Putra Minut ini adalah seorang tokoh Polri yang alih status jadi PNS dan sejak 2015 menjabat Dirjen Imigrasi Kemenkumham.
Semasa aktif di Polri ia pernah menjabat Kapolda Bali dan Kepala Divisi Humas Mabes Polri.
Tokoh lainnya adalah Laksamana Dr. Desi Albert Mamahit. Dia sangat berprestasi tapi belum banyak dikenal.
Catatan Tribun Manado ia pernah jadi kepala Bakamla RI tahun 2015, Rektor universitas pertahanan RI tahun 2014, Komandan Gugus keamanan laut, komando armada RI Kawasan Barat tahun 2011, atase angkatan laut di KBRI Washington tahun 2003 - 2006 serta United Nations Military Observer di Croatia dan Bosnia Herzegovina tahun 1995 hingga 1996. (art)
• Ramalan Zodiak Cinta Besok Selasa 20 April 2021, Gemini Dia Bak Malaikat, Aquarius Jangan Lewatkan
• Peringatan Dini BMKG Cuaca Ekstrem Besok Selasa 20 April 2021, Waspada untuk Wilayah Ini
• Pasiar Jo ke Pantai Indah Melonguane di Kabupaten Kepulauan Talaud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/carlo-tewu.jpg)