Breaking News:

Leo Soputan Meninggal

Mengenang Leo Alkira Soputan, Kapten Tim PON XIV 1996 yang Raih Perunggu Kalahkan Sulsel

Saat ini memang banyak yang mengenal Leo Akira Soputan, sebagai asisten Pelatih Ricky Nelson di Sulut United.

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa/Dokumen Sulut United
Asisten Pelatih Sulut United Leo Soputan (kedua dari kanan) dan Pelatih kepala Herry Kiswanto. 

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat ini memang banyak yang mengenal Leo Akira Soputan, sebagai asisten Pelatih Ricky Nelson di Sulut United.

Padahal Leo memiliki sejarah panjang dengan sepak bola Sulut. Tepatnya, Leo merupakan generasi emas PON XIV 1996 Sulut di Jakarta, yang menorehkan tinta emas, karena saat itu sukses meraih perunggu dengan mengalahkan Sulawesi Selatan

Ketika itu Leo dipercaya coach Arie Kussoy sebagai Kapten Utama tim. Karena itu, pasca menorehkan tintas emas dengan tim PON Sulut, Leo akhirnya dipinang tim bertabur bintang, Pelita Jaya Jakarta. Lama bermain di Pelita Jaya, kemudian pindah ke Persita Tangerang.

Asisten Pelatih Sulut United, Akira Leo Soputan berpulang.
Asisten Pelatih Sulut United, Akira Leo Soputan berpulang. (Istimewa/Kolase Tribun Manado)

Leo kemudian bergabung dengan Persibom Bolmong. Sempat bermain di beberapa klub kemudian beralih menjadi pelatih. Saat ini Leo menjadi asisten dari Coach Ricky Nelson di Sulut United hingga akhirnya terinformasi Leo Akira Soputan meninggal dunia sehari setelah merayakan HUT ke-44, Senin (19/04/2021).

Tim Sepakbola Terbaik Sulut
Alen Mandey dan kawan-kawan terbilang merupakan tim terbaik dan mencatatkan sejarah di era itu. Anak asuh almarhum Arie Kussoy dan Asistennya almarhum Mahmud ‘Uthe’ Thalib sukses mengalahkan Sulsel pada perebutan medali perunggu.

Bahkan kala itu sebenarnya peluang masuk finalis cukup terbuka lebar, andai gol spektakuler Alen Mandey dari jarak sekitar 45 meter atas tim favorit juara Jawa Timur yang dijaga kiper timnas Hendro Kartiko, mampu dipertahankan hingga akhir laga.

Baca juga: KRONOLOGI Anggota Brimob dan Kopassus Dikeroyok 7 Orang, Video Pemukulannya Terekam CCTV

Baca juga: Kehebatan Yonif Raider 613/Raja Alam, Dikirim ke Perbatasan Saat KKB Papua Semakin Membabi Buta

Unggul 1-0 babak pertama akhirnya Sulut harus mengakui keunggulan Jatim yang diperkuat banyak pemain nasional dan pemain yang beredar di Liga 2 PSSI musim 95/96 seperti Hendro Kartiko, Anang Maaruf, Eri Irianto (almarhum), Chairil Anwar, I Putu Gede, Bejo Sugiantoro, Kuncoro, Nurul Huda, Reinold Pieterz, Agus Winarno dan lain-lain.

“Yang pada akhirnya Jatim sendiri keluar sebagai juara setelah di partai final mengalahkan Irian Jaya (Papua) yang diperkuat Ortizan Salosa, Carilino Ivak Dalam, Albert Yom, Silas Ohe dan kawan-kawan. Di semifinal Irian Jaya mengalahkan Sulsel,” kenang Alen Mandey saat itu.

Pada perebutan tempat ketiga (medali perunggu) tim asuhan Arie Kussoy melupakan kekalahan dari Jatim di semi final. Sulut tampil dengan semangat luar biasa sehingga membungkam Sulsel 2-0 melalui gol Stenly ‘Ungke’ Mamuaja dan Alen Mandey.

Sulsel sendiri bukan tim asal-asalan. Mereka dihuni pemain-pemain berkualitas yang cikal bakal sebagai pilar PSM Makassar setelah PON. Diantaranya  M Ayun Khan (almarhum), Yuniarto Budi, Maulid Ibrahim, Wahyudin, Baso Nyongko, Basilius, Rifai Djufry, Basri Badusalam, Adam Roy (pernah memperkuat Persiba Balikpapan), Marwal Iskandar (Persikota, Persipura, Persija, Persebaya, Perseden).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved