Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Torang Kanal

Puluhan Tahun Gembleng SDM Pariwisata, Ini Resep Guru Cantik SMK Negeri 3 Manado

Seorang guru wanita tampak sibuk. Ia mengawasi siswa, mondar mandir dari ruangan ke ruangan, sesekali memberi instruksi.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
Jevie Jane Maliangkay, Guru Cantik SMK Negeri 3 Manado. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Gaya mereka sudah seperti pelaku perhotelan profesional. Ramah, rapih dan cerdas. 

Inilah penampilan para siswa SMK Negeri 3 Manado saat dikunjungi Tribun Manado beberapa hari lalu. 

Saat itu tengah diadakan ujian praktek di sekolah tersebut.

Seorang guru wanita tampak sibuk. Ia mengawasi siswa, mondar mandir dari ruangan ke ruangan, sesekali memberi instruksi. 

Dialah Jevie Jane Maliangkay. Javie adalah guru para siswa itu di program keahlian perhotelan.

Gaya necis, cerdas dan santun ala hotel dari para siswa adalah pantulan dari Jevie. 

Begitulah Jevie saat diwawancarai Tribun Manado. Jevie adalah guru dengan rentang pengabdian lama. Selama 25 tahun. 

Dia pun berprestasi. Pernah mengenyam pendidikan di luar negeri. 

Tak terhitung lagi siswa didikannya yang jadi "orang". 

Toh ia tetap merendah. Tampak dari gaya bicaranya yang low profile. 

Ia menceritakan riwayat karirnya. Berawal dari beasiswa yang ia terima sebagai siswa SMK Negeri 3 Manado.

"Beasiswa dari Kemedikbud dan Kemenpar tahun 1990 untuk kuliah di Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata Nusa dua Bali program studi Diploma III Guru kejuruan Manajemen Perhotelan dan mewakili Provinsi Sulut selama 3 tahun," ujar dia. 

Setelah itu dia langsung diangkat CPNS dan PNS kemudian melanjutkan kuliah secara regular di Universitas Manado Program Studi S1 Fakultas Jurusan Pariwisata Perhotelan (2009).

Saat ini, ia sementara menyelesaikan Program studi S2 di Universitasi Negeri Manado Manajemen Pendidikan.

Jevie juga menimba ilmu di luar negeri. Yakni di negeri kangguru. 

"Saya mengikuti Short Course Hospitality Management di kampus TAFE,New South Wales Sydney Australia selama 3 bulan dengan peserta yang lulus 6 orang dari Sumut, Lampung, Aceh, NTT, Jawa Timur dan Sulut," kata dia. 

Prestasi yang ia raih sudah tak terhitung. Antaranya Instruktur Kurikulum 2013 Provinsi Sulut, Instruktur K13 Kota Manado Instruktur Virtual Digital (SEAMEO dan SEAMOLEC) Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri - Menteri Pendidikan se Asia Tenggara serta 
Intruktur terbaik se - Indonesia Bidang perhotelan mendapatkan penghargaan PIN Emas dan Sertifikat terbaik oleh Mendikbud dan kepala P4TK Bisnis.

Tekun menjalani profesi guru membuatnya paham betul suka duka sebagai pengajar. Menurutnya, tantangan 
guru kian berat.

"Menjadi guru bukanlah hal yang mudah terutama di era disrupsi ini dimana kita harus dapat menyesuaikan dan beradaptasi dengan siswa milenial," ujarnya.

Kata dia, selangkah saja tidak update informasi akan berakibat tertinggal jauh dari siswa. 

Ia mengaku ada kebanggaan dan perasaan sukses ketika dirinya melihat kesuksesan siswa.

"Memang peran guru tidak tergantikan oleh mesin tetapi jika tidak mengupragrade diri akan mudah tereplace dengan sendirinya," katanya. 

Jevie akan merasa sangat berduka jika tak bisa membentuk siswa yang punya passion vokasi. Passion itu sangat penting bagi siswa untuk masuk dunia kerja.

"Itulah duka kami," kata dia.

Wanita berkulit putih ini mengaku menggembleng anak didiknya dengan pendidikan karakter. 

Slogan yang ia tanamkan yakni Hospitality serve with Heart dan ia bangga jika ketemu siswanya yang menanamkan slogan itu dalam pekerjaan sehari hari. 

"Saya menanamkan pengertian kepada siswa bahwa ketika kita kehilangan kekayaan, kita tidak kehilangan apa-apa, tetapi ketika kita kehilangan karakter, kita kehilangan semuanya," ujar dia. 

Di masa pendemi, dimana pembelajaran tatap muka dibatasi, Jevie menerapkan sistem pembelajaran Blended Learning yaitu menggabungkan pembelajaran yang di lakukan secara daring/virtual dan secara tatap muka (face to face).

"Dengan cara pemberian materi teori melalui aplikasi Zoom di dukung dengan platform Class dojo yang dapat di pantau oleh parents/ orangtua ketika siswa daring atau membuat tugas, melalui Video Pembelajaran, web blog, whatsapp. Untuk Practice/praktek di padukan dengan tatap muka secara kelompok ( 3 s,d 5 siswa di sekolah) dengan mengedepankan protocol kesehatan. Melalui penerapan Blended Learning memberikan kemudahan bagi siswa khususnya mata pelajaran produktif kejuruan," kata dia. 

Ditanya ketertarikannya pada dunia pariwisata, dia membeber jawaban filosofis. 

Keindahan Indonesia lah yang menariknya hingga menekuni profesi tersebut. 

"Pariwisata di Indonesia sangat luas dan beraneka ragam, dalam hal ini pengelolaan pariwisata membutuhkan dasar yang kuat dengan sumber daya manusia yang berkualitas, terutama di daerah Sulut yang memiliki destinasi Pariwisata dan potensi kekayaan alam yang kuat bagi wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri," terangnya.

Di samping itu, kata dia, pariwisata memiliki hubungan yang sangat erat dengan industri perhotelan.

"Karena setiap destinasi membutuhkan tempat menginap untuk beristirahat sehingga peran industri perhotelan untuk menyediakan akomodasi bagi wisatawan, dalam hal ini membutuhkan SDM berkarakter, memiliki jiwa entrepreneurship yang dapat memberikan pelayanan yang baik bagi wisatawan khususnya di Sulawesi Utara," jelasnyan.

Dalam hal ini, jelas dia, peran SMK khususnya di bidang pariwisata/perhotelan sangat penting dan menjadi pionir bagi kemajuan Pariwisata Sulut.

"Sebagai guru pariwisata perhotelan saya ingin mengubah mindset  yang mengatakan bahwa Orang Kawanua Sangat Bergengsi akan tetapi memiliki karakter yang baik dan memiliki value ketika diasah dan dibentuk sebagai insan pariwisata," ujarnya.

Dirinya menyambut baik dijadikannya KEK Likupang sebagai daerah pariwisata super prioritas.

Ia menilai, itu merupakan kabar baik bagi SMK yang bersendikan pendidikan vokasi untuk menyiapkan tenaga handal di bidang pariwisata. 

"Menjadi kebanggaan bagi kita masyarakat Sulawesi Utara akan terobosan dari bapak Gubernur Olly Dondokambey tentang pariwsata Sulut, terutama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menjadi primadona Sulut," kata dia.

Sebagai pemerhati pendidikn di bidang pariwisata, dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian dari pemerintah yang menurutnya sangat luar biasa.

"Terutama dari bapak Gubernur Olly dondokambey yang tak henti-hentinya memberi perhatian penuh terhadap pariwisata yang ada di Sulawesi Utara Utara khususnya kawasan ekonomi khusus di Likupang, termasuk membuka jalur-jalur penerbangan dan potensi pariwisata lainnya yang menunjang pariwisata Sulut," akunya.

Ia mengatakan, siswa SMK khusus di bidang pariwisata memiliki peran penting karena sumber daya manusia dalam pengembangan pariwisata sangat penting dikarenakan SDM tersebut merupakan motor 
penggerak industri pariwisata.

"Peran SDM sebagai pencipta produk industri pariwisata, dan sebagai penentu daya saing industri pariwisata, SDM di sulut sangat memiliki kualitas dan berjiwa entrepreneurship," pungkasnya. (art) 

Dzikir Singkat Dibaca 100 Kali, Gugur Dosa Walau Sebanyak Buih Lautan, Zikir Hari Jumat

Bocoran Ikatan Cinta 16 April 2021: Nino Bela Elsa Mati-matian, Al Andin dan Mama Rossa Kerja Sama

Berita tentang Torang Kanal lainnya. 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved