Breaking News:

Sosok Tokoh

Sosok Trenggono, Gagalkan Praktik Ilegal Fishing dan Tangkap 72 Kapal, 60 Kapal dari Indonesia

Dalam 100 hari kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Ditjen PSDKP telah melakukan penangkapan terhadap 72 kapal.

Istimewa
Sakti Wahyu Trenggono 

TRIBUNMANADO.CO.ID -Ditjen Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan  (PSDKP) telah menangkap 72 kapal.

Dengan rincian 12 kapal asing pelaku illegal fishing (5 kapal berbendera Malaysia dan 7 kapal berbendera Vietnam).

Sedangkan 60 lainnya merupakan kapal ikan Indonesia yang melakukan pelanggaran operasional.

Hal ini dikatakan Plt. Dirjen PSDKP, Antam Novambar dalam konferensi pers yang digelar KKP, Kamis (15/4/2021).

Dikatakannya, dalam 100 hari kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Ditjen PSDKP telah melakukan penangkapan terhadap 72 kapal.

100 Hari <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/menteri-trenggono' title='Menteri Trenggono'>Menteri Trenggono</a>, Tegas Lawan Praktik Ilegal di Sektor <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/kelautan' title='Kelautan'>Kelautan</a> dan Perikanan

Puluhan kapal tersebut langsung ditangani secara hukum. Saat ini, saat ini, 3 kapal telah diputus pengadilan (inkracht), 4 kapal proses persidangan, 5 kapal telah dilakukan penyerahan ke Jaksa (P-21 Tahap II), 9 kapal dalam telah P-21 Tahap I, 32 kapal dalam proses penyidikan, 8 kapal diberikan sanksi administrasi dan 11 kapal dalam proses pemeriksaan pendahuluan. Pada proses ini, KKP bergerak bersama Kejaksaan RI.

"Sejumlah modus operandi yang saat ini banyak kami temukan di lapangan, diantaranya kapal-kapal ilegal khususnya di laut Natuna, beroperasi dengan berpencar. Ini memang sepertinya sengaja dilakukan untuk menyulitkan kita, selain itu alat tangkap yang digunakan juga semakin beragam, bukan hanya trawl, yang terbaru, penangkapan 5 kapal menggunakan alat tangkap jaring cumi," jelas Antam.

Selain fokus pada penanganan praktik illegal fishing, KKP juga berkomitmen menjaga keberlanjutan ekosistem lautan dengan menindak penangkap ikan dengan cara merusak (destructive fishing).

Seperti penangkapan menggunakan bom ikan, setrum, maupun bius ikan. Antam menjelaskan di tahun 2021 ini, Ditjen PSDKP telah mengamankan 41 pelaku destructive fishing.

Staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto
Staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto
Halaman
123
Editor: Chintya Rantung
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved