Kemenparekraf
Selama Dua Hari, Kemenparekraf RI Latih Musisi Sulut Jadi 'Musicpreneur'
Dalam kegiatan 'musicpreneur' yang diselenggarakan selama dua hari di Hotel Four Points by Sheraton Manado
TRIBUNMANADO.CO.ID- Musisi-musisi Sulawesi Utara (Sulut) dilatih menjadi seorang ' musicpreneur' oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) RI, Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif.
Dalam kegiatan 'musicpreneur' yang diselenggarakan selama dua hari di Hotel Four Points by Sheraton Manado, Rabu-Kamis (14-15/4/2021) para musisi ini menerima ragam materi oleh pembicara kelas nasional.
Toar Mangaribi Koordinator III (Musik, Seni Pertunjukan, Seni Rupa dan Penerbitan) Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Deputi II Bidang Sumber daya dan Kelembagaan Kemenparekraf RI kepada www.tribunmanado.co.id menuturkan tujuannya bagaimana musisi bisa mengelola usaha di bidang musik, dari produksi sampai penyajiannya.
Ini juga akan menambah wawasan bermusik terkait rekaman, skill digital musisi sampai live streaming. Para musisi diharapkan juga bisa mempromosikan musiknya dengan memanfaatkan media sosial dan ke aplikasi seperti Spotify dan iTunes.

"Pesertanya ada offline dan online ada sekitar 250 orang. Kalau di hotel ada 50 peserta yang hadir (ofline)," ujarnya.
Kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Peserta wajib swab anti gen, pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan.
Pembicara yakni Ricky Fauziyani Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, Sandy 'Pas' Andurasman Ikatan Drummers Indonesia, Budi Ace Ketua Indonesia Music Forum dan Bayu Randu CEO Musicblast.id/Direktur Digital Platform FESMI.
Budi Ace menambahkan bahwa wawasan musik di dalam era digital perlu ditambah. Apalagi Sulut punya potensi besar dalam hal bermusik.
"Kami nantinya juga akan berencana membuat iven musik di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, karena disana merupakan destinasi wisata super prioritas. Likupang bukan hanya bicara soal pantainya yang indah, tapi di sana ada habitat hewan Penyu yang langka," kata dia.
Sementara itu Leonardo Maasawet musisi nyiur melambai bersyukur bisa mengikuti acara itu. "Saya harapkan dapat menambah wawasan bermusik saya," ujar vokalis ini