Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Reshuffle Kabinet

PPP Mengaku Tak Ada Tawaran Kursi Menteri dari Presiden Jokowi

Menjelang reshuffle Kabinet beberapa partai politik mengaku belum diajak komunikasi secara khusus oleh Presiden Joko Widodo.

Editor: Aswin_Lumintang
kompas.com
Suharso Monoarfa, Ketua Umum PPP 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Menjelang reshuffle Kabinet beberapa partai politik mengaku belum diajak komunikasi secara khusus oleh Presiden Joko Widodo. Padahal dengan adanya peleburan dua kementerian baru dan pembentukan kementerian baru, maka dipastikan reshuffle akan terjadi dalam waktu dekat ini.

Terkait isu reshuffle itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai satu di antara partai koalisi mengaku belum ada komunikasi lebih lanjut dengan Jokowi. 

"Oh belum (ada komunikasi, - red), jangan dipanjangin," ujar Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, ketika ditemui di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang No.82, Jakarta Selatan, Rabu (14/4/2021).

Asrul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta,
Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, (KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

Suharso yang juga Menteri PPN/Bappenas itu enggan berkomentar lebih lanjut perihal isu reshuffle tersebut. 

"(soal isu reshuffle) Nggak, jangan saya (yang komentar)," katanya sambil melangkah pergi meninggalkan awak media. 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan partainya tidak ada tawaran kursi terkait isu reshuffle. 

Arsul yang mendampingi Suharso bersama petinggi PPP lainnya hanya menegaskan bahwa sudah tepat jika komposisi kabinet diisi kalangan profesional maupun dari partai politik. 

"(PPP ditawari kursi?) Nggak ada penawaran kursi baru. Kalau soal komposisi kabinet baik dari partai-partai politik maupun dari profesional itu saya kira itu sudah tepat," ujar Arsul. 

"Tapi kalau reshuffle itu hanya akan kemudian menggeser atau mengubah orang, tapi bukan merubah komposisi katakanlah dari parpol lebih banyak atau parpol lebih sedikit, itu nggak ada," imbuhnya. 

Hal ini berbeda dengan PDI Perjuangan yang menurut Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristianto bahwa pihaknya selalu melakukan komunikasi dengan Presiden Jokowi.

Hasto mengaku, Presiden Jokowi dan Megawati selalu melakukan pertemuan rutin. ''Ibu Megawati dan Jokowi sering melakukan pertemuan, '' ujar Hasto.

Hanya Hasto tidak menjawab secara spesifik apakah PDI Perjuangan dalam hal ini Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sudah membicarakan secara khusus akan reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Menariknya, terinformasi bahwa Presiden Joko Widodo sudah membicarakan dengan Wakil Presiden, Ma'ruf Amin terkait dengan perombakan Kabinet, sehubungan dengan adanya peleburan dua kementerian menjadi satu. Kemudian ada kementerian yang baru dibentuk.

Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved