Breaking News:

Wawancara Khusus

Wawancara Khusus Tribun Manado dengan Tajuk Sang Tokoh Bersama Direktur RS Siloam Paal Dua Manado 

dr Paulina Kasih menyampaikan kisah RS Siloam sebagai tempat vaksinasi sekaligus RS rujukan Covid-19.

Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Rizali Posumah
Tribunmanado.co.id/Andreas Ruauw
Dalam program wawancara esklusif Tribun Manado dengan tajuk Sang Tokoh yang berlangsung, Senin (12/4/2021) dr Paulina Kasih menyampaikan kisah RS Siloam sebagai tempat vaksinasi sekaligus RS rujukan Covid-19. 

Dan sekarang kita sebagai masyarakat hanya mau menerima atau tidak, sehingga tugas kita sebagai tenaga medis meyakinkan masyarakat manfaat vaksin yang bisa menekan kasus Covid-19.

Bagaimana upaya RS Siloam Paal dua dalam menekan resiko bahaya dari Covid-19 sebagai rumah sakit rujukan?

Fasilitas disini kami telah membuat tiap ruangan bertekanan negatif, ditambah ruang Covid-19 dengan ruang pelayanan umum ada batas yang sangat tebal untuk mencegah terjadinya interaksi antara ruangan Covid-19 dengan ruangan umum.

Dan dalam waktu dekat ini kami rencananya akan membuka kembali pelayanan publik. Untuk ruangannya sudah kami pisah, sudah kami amankan dari bahaya Covid-19. 

Bahkan ruangan saya pun berada berdekatan dengan ruangan perawatan pasien umum. Jadi kami yang berada di garda terdepan juga turut memotivasi sehingga memberikan keberanian bagi masyarakat.

Saat ditunjuk sebagai RS rujukan pasien Covid-19, apakah ada kekhawatiran dalam diri tenaga medis di sini?

Saat ditunjuk Pemprov sebagai RS rujukan pasien Covid-19 itu awalnya kami tentu merasa takut termasuk para tenaga medis disini yang juga khawatir.
 
Karena selain merasa takut terpapar Covid-19, para nakes disini juga khawatir mendapat sanksi sosial di lingkungan mereka, entah itu dijauhi atau pun di tuduh sebagai pembawa virus Covid-19.

Mengetahui hal itu saya sangat terbeban dan merasa berat saat harus melihat para staf atau pun perawat saya yang harus turun dalam penanganan pasien Covid-19. 

Ibarat seorang ibu yang melihat anaknya dikirim ke dalam medan perang. Sangat berat perasaan saya jika harus melihat mereka menangani Covid-19.

Namun disisi lain saya merasa terharu dan bangga melihat para tenaga kerja disini yang harus mempertaruhkan nyawa mereka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved