Breaking News:

Terkini Nasional

Kecolongan Emas 1,9 Kilogram, KPK Kini Perketat Pengelolaan Barang Bukti

Emas itu merupakan barang bukti dari perkara mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

Editor: Rhendi Umar
IST
Nurul Ghufron 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamanan terhadap seluruh barang bukti perkara korupsi yang disimpan di Direktorat Labuksi, diperketat oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, hal tersebut dilakukan guna mencegah kasus dugaan pencurian emas seberat total 1,9 kilogram yang dilakukan mantan pegawai KPK berinisial IGA kembali terulang.

Emas itu merupakan barang bukti dari perkara mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

"Saya berbicara tentang bagaimana perbaikan tata kelola dalam pengelolaan barang bukti di KPK setelah adanya kasus pencurian barang bukti berupa emas batangan," ucap Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (9/4/2021).

Pengetatan pengamanan terhadap barang bukti tersebut, rinci Ghufron, berupa penggantian personel jaga maupun kode pengaman brankas yang akan diacak secara berkala.

"Oleh karena itu kami akan kemudian melakukan perbaikan akan merotasi. Maksudnya rotasi apa? Rotasi baik personel maupun secara reguler kunci itu agar menggunakan kode-kode yang selalu akan secara reguler kami acak kembali," katanya.

Ghufron mengakui, kasus pencurian emas merupakan konsekuensi yang mesti dihadapi KPK dalam menjaga barang bukti perkara.

Meski begitu, ia memastikan KPK bakal tegas menindak setiap pelanggaran yang ada.

"Walaupun salah tapi kami tetap melakukan secara prosedural untuk membuktikan bahwa KPK adalah manusia yang bisa salah. KPK disipilin dalam menegakan aturan-aturan," kata dia.

Diketahui, Dewan Pengawas KPK menjatuhkan hukuman sanksi etik berat terhadap salah satu satuan tugas KPK berinisial IGA.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved