Breaking News:

Berita Minsel

Gerombolan Yaki Rusak Tanaman Petani Kabupaten Minahasa Selatan

Peningkatan populasi Yaki (macaca nigra) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menimbulkan masalah baru.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Rhendi Umar
Istimewa/Yayasan Selamatkan Yaki
Yaki (Macaca nigra), monyet hitam endemik Sulut. Yayasan Selamatkan Yaki mengimbau warga Sulut tak lagi mengkonsumsi daging satwa liar. 

"Jelas kami rugi. Gerombolan Yaki itu mengambil dan merusak buah kelapa kami," ungkapnya.

Robby meminta pemerintah turun tangan. Sebab, jika dibiarkan, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

"Saya cuma mau minta supaya pemerintah turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini," pintanya.

Masuknya Yaki dan merusak tanaman petani di Kabupaten Minahasa Selatan, mendapat respon pegiat pelindung Yaki.

Reyni Palohoen, project coordinator Selamatkan Yaki mengatakan, masuknya Yaki di perkebunan petani, tidak hanya disebabkan polulasinya yang meningkat, namun karena habitatnya yang terganggu.

"Peningkatan populasi bukan satu-satunya penyebab Yaki masuk dan dan merusak tanaman petani. Namun ada banyak penyebab," kata Reyni Palohoen.

Penyebab itu, di antaranya, mulai mengecilnya habitat Yaki karena semakin meluasnya habitat manusia.

"Semakin kecil habitat Yaki dan semakin besar habitat manusia, maka semakin besar potensi konflik antara Yaki dan manusia," terang Reyni.

Mengecilnya habitat Yaki, katanya, disebabkan aksi perombakan hutan oleh penduduk.

"Perombakan hutan oleh penduduk akan berakibat pada semakin mengecilnya habitat Yaki. Ini harus kita jaga," imbuhnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved