Breaking News:

Berita Minsel

Gerombolan Yaki Rusak Tanaman Petani Kabupaten Minahasa Selatan

Peningkatan populasi Yaki (macaca nigra) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menimbulkan masalah baru.

Penulis: Rul Mantik | Editor: Rhendi Umar
Istimewa/Yayasan Selamatkan Yaki
Yaki (Macaca nigra), monyet hitam endemik Sulut. Yayasan Selamatkan Yaki mengimbau warga Sulut tak lagi mengkonsumsi daging satwa liar. 

Amurang, Tribunmanado.co.id - Peningkatan populasi Yaki (macaca nigra) di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), menimbulkan masalah baru.

Primata endemik Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini mulai memasuki perkebunan warga secara bergerombol.

Tanaman petani pun dirusak.

Peristiwa perusakan ini terjadi di perkebunan Rombia, Ranolewo dan Kambiow, Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulut.

Dari pemukiman Desa Lopana, kebun ini berjarak sekira 1-2 kilometer.

Menurut Robby Vania, warga yang kebunnya dimasuki gerombolan Yaki, populasi Yaki di wilayah perkebunan mereka diperkirakan ratusan ekor.

"Jumlahnya ratusan ekor," kata Robby Vania, warga Bitung Kambiow, Jumat (9/4/2021).

"Gerombolan Yaki masuk ke perkebunan kami dan mengambil serta merusak buah kelapa," imbuhnya. 

Serangan Yaki di perkebunannya, kata dia, menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Sebab yang dirusak Yaki adalah tanaman andalan petani Minsel. Apalagi saat ini harga buah kelapa cukup tinggi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved