Breaking News:

Kisah Bambang, 32 Tahun Jual Racun Tikus dan Akhirnya Bisa Umroh

Saya akan membawa racun tikus untuk dijual di sana. Tapi nanti selesai melaksanakan ibadah umroh, baru saya jualan

theza van gobel
Bambang berfoto dengan pembeli 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bambang Sumaila, warga Kampung Baru, Kecamatan Kotamobagu Barat, begitu bahagia.

Pria yang kesehariannya berjualan racun tikus keliling, akan berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah Umroh tahun ini.

Menurut Bambang, niatnya untuk umroh tercapai berkat bantuan dari salah satu dokter di Kota Kotamobagu dan sudah didaftarkan.

“Alhamdulillah berkat bantuan Ibu dokter, niat saya untuk umroh terkabul. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih, semoga Allah SWT akan membalas kebaikan ibu dokter dan keluarga.

Insha Allah dalam waktu dekat akan berangkat ke tanah suci,” kata Bambang saat diwawancarai media ini ketika sedang menawarkan dagangan racun tikus kepada pelanggan, Kamis (8/4/2021).

Bahkan kata Bambang, bila dirinya berangkat Umroh, ia tetap membawa dagangannya untuk diperjual-belikan di Arab Saudi.

“Saya akan membawa racun tikus untuk dijual di sana. Tapi nanti selesai melaksanakan ibadah umroh, baru saya jualan,” tuturnya.

Untuk harga racun tikus, Bambang mengatakan, tetap memasang tarif seperti biasanya. “Harganya tetap 6 ribu per bungkus. Kalau di Arab mata uangnya kan real, mudah-mudahan jika hasil jualan banyak bisa buat beli oleh-oleh untuk dibawa pulang,” ujar Bambang yang sudah 32 tahun berjualan racun tikus ini.

Selain itu, lanjut Bambang, dirinya juga berniat dan berkeinginan bertemu orang nomor satu di Arab Saudi yakni, Raja Salman.

“Niat saya pertama ingin berziarah ke makam rasulullah dan Jabbal Rahmah (bukit tempat bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa).

Setelah itu, jika doa saya terkabul, mudah-mudahan bisa bertemu raja Salman di sana,” ungkap Bambang dengan penuh semangat.

Di sisi lain, pria yang akrab disapa Bambang Racun Tikus itu, ternyata juga memiliki jiwa dermawan. Dari hasil keuntungan dagangannya, Bambang selalu menyisihkan sebagian rezeki kepada kaum dhuafa.

“Alhamdulillah sebagian rezeki bisa disisihkan kepada mereka yang membutuhkan. Karena semakin banyak kita memberi, rezeki juga akan datang dengan cepat,” ucap Bambang sambil memijat salah satu pelanggan kafe Ratu.

Selain racun tikus, Bambang juga berjualan alat pijat, sendal dan barang-barang murah lainnya. Tak hanya berjualan, ia juga melayani jasa pijat dengan tarif se ikhlasnya. (*)

Penulis: Theza Gobel
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved