Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

Pengamat: Tidak Ada Faktor Balas Jasa Kepada Pejabat di Pemerintahan

Taufik Tumbelaka mengatakan bahwa Penempatan pejabat dilingkungan pemerintahan sebenarnya telah ada semacam standard baku

Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rhendi Umar
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Taufik Tumbelaka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka mengatakan bahwa Penempatan pejabat dilingkungan pemerintahan sebenarnya telah ada semacam standard baku, kapabilitas dan aksebilitas, dalam arti masalah kemampuan dan kepantasan atau kelayakan.

Menurutnya, Itu semua menyangkut juga kebutuhan organisasi guna memenuhi target pencapaian pembangunan yang telah direncanakan.

Nah, target capaian pembangunan memang sangat terkait erat dengan para pejabat yang akan diberi kepercayaan mengemban beban tugas.

"Oleh karena itu dibutuhkan proses seleksi yang benar dan ketat agar didapat sosok yang tepat dan terbaik," jelas Tumbelaka kepada Tribun Manado.

Tumbelaka mengatakan, proses penempatan pejabat akan semakin kompleks karena dimasa pandemi Covid 19 yang menyebabkan ada situasi dan kondisi yang perlu mendapatkan penanganan berbeda dimana faktor karakter juga menjadi tidak bisa diabaikan.

"Pejabat dimasa sekarang dan kedepan diharapkan bukan hanya memahami kedispilinan terhadap tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) tapi juga perlu kemampuan kreatifitas dan inovasi," sebutnya.

Hal ini guna menjawab tantangan situasi saat ini dan kedepan.

Melihat adanya tantangan situasi dan kondisi saat ini dan juga kedepan maka faktor objektifitas berdasarkan kapabilitas dan aksebilitas menjadi syarat mutlak.

Jokowi Teken Inpres Baru, Perintahkan Seluruh Elemen Pemerintahan Wajib Dukung BPJS Ketenagakerjaan

Implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) kembali mendapat amunisi baru. 

Presiden RI, Joko Widodo, telah mengesahkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek). 

Inpres 2/2021 ini ditujukan kepada seluruh elemen pemerintahan, yakni 19 Menteri, Jaksa Agung, 3 Kepala Badan termasuk Ketua DJSN tingkat pusat, 34 Gubernur, 416 Bupati dan 98 Walikota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 

Presiden Jokowi menginstruksikan agar semua pihak mengambil langkah yang diperlukan sesuai tugas dan wewenang masing-masing dalam mendukung implementasi program Jamsostek, seperti membuat regulasi pendukung termasuk pengalokasian anggaran masing-masing. 

Dalam inpres tersebut presiden menegaskan bahwa seluruh pekerja penerima upah, bukan penerima upah, Pekerja Migran Indonesia, serta pegawai pemerintah non aparatur sipil negara dan penyelenggara pemilu harus didaftarkan menjadi peserta BPJamsostek. 

Sedangkan upaya penegakan kepatuhan kepada badan usaha atau pemberi kerja, termasuk menjatuhkan sanksi jika ada yang terbukti tidak patuh dalam mengimplementasikan program Jamsostek menjadi tugas Jaksa Agung yang juga termasuk sebagai pelaksana Inpres 2/2021 tersebut. 

Presiden Jokowi secara khusus juga meminta Menko PMK untuk memberikan laporan pelaksanaan inpres secara berkala setiap 6 bulan. 

Direktur Utama BPJamsostek, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Joko Widodo serta menyambut baik Inpres ini 

Ia memastikan seluruh jajarannya untuk berkoordinasi secara proaktif juga berkolaborasi dengan seluruh Kementerian/Lembaga dan pimpinan daerah serta Kejaksaan Agung untuk mengawal implementasinya. 

BPJamsostek segera bergerak mempersiapkan sistem administrasi, prasarana dan sarana yang dibutuhkan serta seluruh personil BPJamsostek untuk berkoordinasi dan berkolaborasi dengan stakeholder di seluruh Indonesia 

“Ini pekerjaan besar bagi kita semua. Kami juga memastikan telah menyelesaikan semua pekerjaan rumah kami, seperti meningkatkan  pelayanan dengan mengedepankan digitalisasi. Juga terus memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat, termasuk di dalamnya stakeholder pemerintahan," kata Anggoro, Selasa (06/04/2021). 

Anggoro menambahkan, sosialisasi masif diperlukan  karena pengetahuan mengenai Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan BPJamsostek sebagai lembaga penyelenggaranya harus terus dijaga konsistensinya. 

“Semoga dengan adanya Inpres ini dapat menjadi titik terang perkembangan jaminan sosial ketenagakerjaan yang menyeluruh dan merata bagi seluruh pekerja Indonesia dalam mencapai kesejahteraan,” kata Anggoro. 

"Untuk itu wajib dijauhi faktor balas jasa, balas budi dan sejenisnya agar capaian target dari pembangunan dapat maksimal," tandas Tumbelaka. 

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved