Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Maut, Honda Mobilo vs Vario, Dewi Tewas di Tempat, Motor Hancur hingga Ban Roda Terlepas
Kecelakaan maut mobil Mobilo dan motor Vario di Sragen, Rabu (07/04/21). Satu pengendara sepeda motor bernama Dewi tewas di tempat.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kecelakaan maut terjadi di Sragen, Rabu (07/04/21) pagi.
Kecelakaan mengakibatkan satu pengendara sepeda motor bernama Dewi tewas di tempat.
Kecelakaan melibatkan mobil Honda Mobilo dan sepeda motor Honda Vario yang dikendarai korban.
Insiden nahas itu tepatnya terjadi di di Jalan Sragen-Ngawi, tepatnya di Dukuh Banaran RT 23, Desa Banaran, Sambungmacan, Sragen.
Dewi meninggal dunia seusai tertabrak mobil dari belakang.
(Foto: Kondisi mobil Honda Mobilio berpelat nomor AD 9094 QT ringset usai kecelakaan di Jalan Sragen-Ngawi, tepatnya di Dusun/Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen pada hari ini sekira pukul 07.00 WIB./TribunSolo.com/Rahmat Jiwandono)
Kronologinya, bermula ketika korban yang mengendarai Honda Vario bernopol AE-5738-JN warga dukuh Pule RT 01,
Desa Mantingan, Mantingan, Ngawi melaju dari arah timur ke barat.
Di belakang motor korban melaju mobil Honda Mobilio bernopol AD-9094-QT yang dikendarai Fadli Nur Hidayat (23) warga Dukuh Demakan RT 009, Desa Pilangsari, Ngrampal, Sragen.
"Kedua mobil ini berjalan searah dari Ngawi menuju Sragen atau timur ke barat dengan posisi motor berada di depan."
"Diduga pengemudi mobil tidak bisa menguasai laju kendaraannya dan akhirnya membentur bagian belakang motor korban," kata Kanit Laka Satlantas Polres Sragen Ipda Irwan Marviyanto kepada Tribunjateng.com.
Kecelakaan tabrakan maut itu membuat pengendara sepeda motor terseret ke jalur berlawanan yakni dari arah Sragen - Ngawi atau barat ke timur hingga berhenti menabrak pohon di bahu jalan.
Kerasnya tabrakan membuat pagar rumah warga mengalami kerusakan.
Sepeda motor korban juga ringsek parah tak berbentuk hingga ban belakang lepas.
Selang beberapa waktu, Satlantas Polres Sragen beserta tim PMI Sragen mendatangi TKP dan langsung mengevakuasi korban