Breaking News:

Partai Demokrat

Pengamat Sebut Pemenang Drama Partai Demokrat Bukan AHY atau SBY, Tetapi Jokowi, Ini Alasannya

Pengamat M Qodari menilai, pemenang sesungguhnya di drama Partai Demokrat adalah Presiden Jokowi, bukan SBY atau AHY.

Editor: Aldi Ponge
Kolase Foto: Fajar.co/Antara
FOTO Ilustrasi Foto Jokowi dan AHY dan Foto Jokowi dan Moeldoko 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kemenkumham telah menolak permohonan pengurus Partai Demokrat versi Moeldoko.

Artinya, kepengurusan sah Partai Demokrat yang diakui pemerintah adalah kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Namun, pemenang drama Partai Demokrat ini bukanlah AHY apalagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Pengamat M Qodari menilai, pemenang sesungguhnya di drama Partai Demokrat adalah Presiden Jokowi, bukan SBY atau AHY.

“Karena dengan penolakan Kemenkumham tersebut, Jokowi telah lepas dari cap atau tudingan sebagai pemecah Partai Demokrat,” ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer ini dalam keterangannya, Selasa (6/4/2021).

Sementara citra SBY, kata Qodari, telah luntur pasca-drama Partai Demokrat. Sebab aneka masalah di PD telah terungkap khususnya tentang minimnya demokrasi di internal parpol berlogo segi tiga merah putih itu.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari ktitik Menkes Terawan Agus Putranto di acara Mata Najwa
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari ktitik Menkes Terawan Agus Putranto di acara Mata Najwa (Youtube Najwa Shihab (Capture))

“Dulu pernah terbit biografi berjudul “SBY Sang Demokrat”. Buku ini luntur karena kan sekarang terungkap bahwa AD/ART-nya Partai Demokrat banyak masalah dan kurang demokratis,” ujar Qodari.

Qodari juga setuju dengan pendapat Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seharusnya meminta maaf secara terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebab, menurutnya, kubu AHY sebelumnya telah membangun kesan bahwa istana berada di balik kudeta di Partai Demokrat.

Penolakan terhadap pendaftaran KLB di Kementerian Hukum dan HAM merupakan bukti dari analisis Qodari yang telah disampaikan sejak awal bahwa masalah yang ada di Demokrat berpusat pada masalah yang ada di dalam di internal partai Demokrat dan bukan intervensi dari luar apalagi istana.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved