Breaking News:

Berita Ekonomi

April-Mei 2021, Manado dan Kotamobagu Inflasi, Aktivitas Permintaan Naik di Paskah-Ramadan

BI dan TPID Sulut memandang bahwa kenaikan tekanan inflasi tidak terlepas dari peningkatan aktivitas masyarakat Sulut.

tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kota Manado mengalami inflasi 0,17 persen (mtm)di Bulan Maret 2021.

Sementara, Kota Kotamobagu justru mengalami deflasi 0,33 persen (mtm).

Menanggapi pergerakan IHK Manado dan Kotamobagu, Bank Indonesia (BI) dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Sulut memandang bahwa kenaikan tekanan inflasi tidak terlepas dari peningkatan aktivitas masyarakat Sulut.

Aktivitas ekonomi pada Maret pada sektor grosir dan farmasi hingga minggu keempat 28 Maret 2021 tercatat sebesar 2,64 persen di atas tingkat aktivitas pra Covid-19 (baseline).

Angka tersebut naik dibandingkan bulan sebelumnya yang masih 3,82 persen di bawah baseline.

Hal ini sejalan dengan penurunan kasus aktif Covid-19 Sulut sepanjang Januari-Februari sehingga mendorong
pemerintah mencabut kebijakan pembatasan jam operasional.

Ke depan, aktivitas masyarakat diperkirakan semakin meningkat sejalan dengan penurunan kasus aktif Covid-19 di Sulut, percepatan vaksinasi penangangan pandemi yang semakin baik serta masuknya periode permintaan tinggi pada bulan Ramadan dan hari raya Paskah.

"Kondisi tersebut diperkirakan memberikan tekanan inflasi baik di Manado maupun Kotamobagu pada bulan April dan Mei 2021," ujar Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat, Senin (05/04/2021).

Ke depan, pengendalian inflasi masih akan dipengaruhi oleh dinamika aktivitas ekonomi masyarakat.

Berbagai upaya untuk menurunkan kurva kasus aktif Covid-19 di Sulut menjadi prasyarat untuk mendorong kembali kenaikan aktivitas ekonomi.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved