Breaking News:

BACAAN ALKITAB

Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat - “Beritakan, Yesus Bangkit!”

Berita gereja di sepanjang zaman kepada dunia tidak boleh berubah. Berita itu ialah “bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita.

Editor: Aswin_Lumintang
Internet/istimewa
Jim Caviezel bersaksi usai perankan Yesus di film The Passion of The Christ. Jim saat syuting memikul salib Yesus. 

MTPJ 4 – 10 April 2021 – Paskah I (Hari Anak GMIM)
TEMA BULANAN : “Ketaatan Melaksanakan Kehendak Allah adalah Wujud Kedewasaan Iman”
TEMA MINGGUAN : “Beritakan, Yesus Bangkit!”
BACAAN ALKITAB: Lukas 24:1-12

Jim Caviezel bersaksi usai perankan Yesus di film The Passion of The Christ.
Jim Caviezel bersaksi usai perankan Yesus di film The Passion of The Christ. (The Guardian)

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Berita gereja di sepanjang zaman kepada dunia tidak tidak boleh berubah. Berita itu ialah “bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita. Sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (1 Korintus. 15:3-4).

Kematian dan kebangkitan Kristus adalah penggenapan dari seluruh nubuatan para nabi tentang keselamatan yang dijanjikan dan dikerjakan oleh Allah bagi manusia berdosa. Pada berita ini bukan hanya terletak kekhasan dan keunikan dari iman Kristen, tetapi juga jantung dari seluruh keper- cayaan Kristen. Paulus mengatakan, “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia- sialah juga kepercayaan kamu” (1 Korintus. 15:14).

Dalam kematian dan kebangkitan Kristuslah terletak pengharapan setiap orang percaya, yakni bahwa dosa telah hilang kuasa- nya, maut telah dikalahkan, dan hidup yang kekal tersedia bagi setiap orang yang percaya, dan inilah kabar baik yang harus terus diberitakan oleh gereja. Inilah alasan yang mendasari tema di Hari Paskah Pertama dan Hari Anak GMIM ini yaitu: “Beritakan, Yesus Bangkit!”

PEMBAHASAN TEMATIS:
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Injil Lukas, sebagaimana Injil-Injil Sinoptik lainnya, berfokus pada Yesus dengan mengisahkan tentang kehi- dupan, pelayanan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Masing- masing Injil memiliki penekanannya yang khusus dalam menggambarkan Yesus dan karya penyelamatan-Nya di dunia. Injil Lukas sendiri mengemukakan secara universal dari karya penyelamatan tersebut dengan menunjukkan bahwa Yesus adalah Juruselamat bagi semua orang, yakni bagi semua bangsa, bukan hanya orang Yahudi, laki-laki dan perempuan, termasuk mereka yang selama ini terpinggirkan dan marginal.

Sesudah mengisahkan tentang penderitaan dan kema- tian Tuhan Yesus (22:1-23:56), Lukas mengisahkan tentang peristiwa kebangkitan-Nya yang dimulai pada Minggu pagi itu. Dalam berita kebangkitan Tuhan Yesus tersebut, Lukas mengemukakan tiga cerita di seputar kebangkitan dan penampakan Yesus kepada murid-murid-Nya, yakni kun- jungan para perempuan ke kubur Yesus (24:1-12), penam- pakan Yesus kepada dua murid di jalan ke Emaus (24:13-35), dan penampakan Yesus kepada kesebelas murid di Yerusalem (24:36-49). Kisah yang berurutan tersebut dimulai dengan kunjungan para perempuan ke kubur Yesus.

Ketiga Injil Sinoptik sepakat bahwa hal tersebut terjadi pada saat pagi- pagi benar di hari pertama minggu itu, yakni pada hari Minggu sesudah sabat Yahudi (Lukas. 24:1; Matius. 28:1; Markus. 16:2). Kunjungan para perempuan ini jelas bukan karena mengharapkan kebangkitan Yesus atau hendak melihat kubur yang kosong, tetapi untuk melakukan ritual yang biasa dilakukan oleh orang Yahudi dalam menghormati orang yang sudah meninggal, yakni mengoleskan rempah- rempah pada jenazah.

Berbeda dengan Markus yang menunjukkan bahwa para perempuan tersebut berdebat di perjalanan tentang siapa yang akan menggulingkan batu dari Pintu kubur (Markus. 16:3), Lukas dengan sederhana langsung menceritakan apa yang membuat para perempuan
tersebut bingung atau termangu-mangu (bahasa Yunani aporeisthai). Para perempuan tersebut mendapati bahwa batu sudah terguling dari kubur itu dan mayat Yesus tidak ada di dalamnya (ayat. 2-3). Dalam keadaan demikian, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian berkilau- kalauan (ayat.

Ilustrasi Renungan
Ilustrasi Renungan (internet)

4). Dua orang yang dimaksud Lukas jelaslah menunjuk pada malaikat. Di sepanjang Injil Lukas (juga Kisah Para Rasul), penampakan sorgawi selalu dikaitkan dengan sesuatu yang terang dan berkilau-kilauan (9:29; 10:18; Kisah Para Rasul. 9:3; 22:6). Lukas menegaskan hal ini dalam ayat 23 dengan kalimat yang eksplisit, “malaikat-malaikat.” Kepada para perempuan yang ketakutan tersebut, kedua malaikat memberitakan kabar besar tentang kebangkitan Yesus, “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.” (bahasa Yunani egerthe). Kabar besar ini diberitakan para malaikat sambil mengingatkan mereka tentang apa yang telah dijanjikan Yesus ketika Ia masih di Galilea, yakni “bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga” (ayat. 5-7). Lukas menunjukkan bahwa sesudah para perempuan mendengar perkataan para malaikat tersebut, mereka teringat akan perkataan Yesus yang berulang kali telah menyatakan kepada mereka tentang penderitaan dan kematian yang harus dialami-Nya, namun yang akan bangkit pada hari ketiga (Lukas. 9:22; 9:44; 17:25; 18:32-33).

Para perempuan tersebut segera kembali dari kubur dan menceritakan kepada kesebelas murid dan semua saudara yang lain tentang apa yang mereka jumpai, alami, dan yang mereka dengar dari para malaikat. Lukas kemudian memberikan daftar nama para perempuan tersebut, yakni Maria dari Magdala dan Yohana yang telah disebutkan dalam Lukas 8:2-3, serta Maria ibu Yakobus.

Injil Markus memberikan keterangan bahwa Salome juga turut serta ke kubur Yesus (Markus. 16:1). Beberapa nama perempuan yang disebutkan ini adalah sebagian saja dari kelompok perempuan lainnya yang selama ini mengikut Yesus. Mereka beserta perempuan-perempuan lainnya mem- beritahukan perihal kebangkitan Yesus kepada para rasul (ayat. 10).

Pemberian daftar nama para perempuan dalam kisah ini oleh Lukas dan penginjil lainnya sekaligus memiliki signifikansi yang besar. Jelaslah bahwa penyebutan nama- nama ini secara spesifik menunjukkan bahwa kisah di seputar kebangkitan Yesus ini adalah benar dan dapat dipercaya (reliabile), ditambah fakta bahwa mereka yang disebutkan tersebut adalah perempuan.

Di kalangan orang Yahudi di zaman tersebut, kaum perempuan tidak dipercaya dalam hal memberi kesaksian, termasuk di pengadilan. Sangatlah tidak mungkin bila Lukas hendak mengarang kisah kebangkitan Yesus ini, namun memakai perempuan sebagai tokoh dalam ceritanya. Jelaslah bahwa Lukas dan penginjil lainnya menceritakan peristiwa yang terjadi tersebut apa adanya.

Hal ini terlihat juga dalam kisah ini ketika para rasul menganggap perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu (ayat. 11). Ayat 12 secara khusus menunjukkan respons Petrus atas kabar yang didengarnya. Cerita para perempuan tersebut mendorong Petrus untuk segera pergi ke kubur Yesus. Tindakan ini dapat dilihat sebagai petunjuk bahwa Petrus percaya kepada perkataan para perempuan tersebut, sehingga ia pergi ke kubur untuk memastikannya. Hal ini karena Petrus telah belajar untuk mempercayai perkataan Yesus (band. Lukas. 22:61-62). Apa yang dijumpai Petrus ketika menjenguk ke kubur tersebut, yakni hanya kain kapan yang digunakan Yesus saja, membuatnya terheran-heran (thaumazon) atas apa yang terjadi.

Makna dan Implikasi Firman
Kebangkitan Yesus adalah penggenapan dari apa yang telah dinubuatkan oleh Kitab Suci dan apa yang dijanjikan oleh Yesus sendiri kepada murid-murid-Nya, bahwa sesudah Ia menderita dan dibunuh, Ia akan bangkit pada hari ketiga. Kejadian di Minggu pagi itu telah membuat para perempuan yang menjumpai kubur kosong itu kebingungan dan ketakutan, namun hal itu tidak menghentikan mereka dari memberitakan kabar yang besar itu kepada para murid yang lain.

Didorong oleh perkataan para malaikat dan janji Yesus yang ditegaskan kembali kepada mereka, para perempuan itu pergi dan memberitakan bahwa Yesus bangkit! Pemberitaan itu tidak selalu berjalan mulus sebab tidak sedikit yang meragukan dan tidak percaya atas pemberitaan tersebut, namun kabar baik itu harus terus digemakan. GMIM sebagai gereja Tuhan dipanggil dan diutus untuk terus memberitakan kabar sukacita bahwa Yesus telah mati untuk dosa-dosa manusia dan bangkit mengalahkan maut. Pada pemberitaan inilah terletak pengharapan bagi keselamatan dunia. Di Hari Paskah Pertama sekaligus Hari Anak GMIM ini, kiranya komitmen pemberitaan Injil ini terus diteguhkan, yakni dimulai dari keluarga-keluarga Kristen yang berkomitmen mengajar anak-anak tentang Yesus yang mati dan bangkit itu. Biarlah dari kecil, setiap anak boleh mengenal dan mengasihi Yesus sebagai Tuhan, Juruselamat, dan Sahabatnya.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
1. Apa makna kesaksian para perempuan tentang kebang- kitan Yesus dan implikasinya dalam hidup orang percaya sesuai Lukas 24:1-12 ?
2. Bagaimanakah pemberitaan Injil tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus dalam konteks keberagaman di tengah bangsa dan negara?
NAS PEMBIMBING: I Korintus 15:3-4

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved