Breaking News:

Ramadan

Golongan Orang Yang Wajib Puasa & Yang Boleh Tidak Berpuasa di Bulan Ramadan

Ingat, ramadan sebentar lagi. Umat Islam akan menjalankan ibadah puasa ramadan. Persiapkan diri menyambut bulan suci ramadan. 

Kolase Tribun Manado
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1442 H 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ingat, ramadan sebentar lagi. Umat Islam akan menjalankan ibadah puasa ramadan. 

Persiapkan diri menyambut Bulan Suci Ramadan

Berikut golongan orang yang wajib melaksanakan ibadah puasa ramadan 1442 H dan yang boleh tidak melaksanakan ibadah puasa. 

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1442 H

Simak selengkapnya. 

Berdasar keputusan Muhammadiyah, bulan puasa Ramadhan 1442 H jatuh pada 13 April 2021.

Sebelum melaksanakannya, sebaiknya ketahui dulu golongan atau orang yang wajib puasa Ramadhan.

Dalil kewajiban puasa Ramadhan itu sebagaimana diterangkan dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 183.

يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Wahai Orang-orang beriman, telah diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelummu, agar kalian bertaqwa.”

Selain itu, dasar kewajiban puasa juga sebagaimana menjadi satu di antara pondasi dari rukun Islam ke empat.

Meski diwajibkan bagi seluruh Muslim, ada syarat syariat tertentu untuk menjalankan puasa Ramadhan.

Ini artinya ada golongan orang yang wajib dan orang yang tak wajib menjalankan puasa Ramadhan.

Berikut ini TribunJabar.id rangkum orang yang wajib puasa Ramadhan dan orang yang tak wajib puasa Ramadhan, dilansir dari bincangsyariah.com.

Golongan yang wajib puasa

Golongan atau orang yang wajib puasa Ramadhan yakni orang sudah memenuhi syarat syariat.

Berikut syarat syariat menjalankan puasa, di antaranya:

- Islam

Dalam ayat Al Quran di atas jelas perintah melaksanakan puasa wajib bagi orang yang memeluk agama Islam.

Sementara bagi nonmuslim tidak wajib berpuasa karena tidak dibebankan (khitab) baginya.

- Sudah Baligh

Tanda bagi laki-laki baligh adalah sudah mengalami mimpi basah.

Bagi wanita, batas baligh ketika ia sudah mengeluarkan darah haid.

Namun, bila tak mengalami mimpi basa atau haid, maka batas balighnya umur 15 tahun.

- Berakal

Orang yang berakal dalam keadaan sehat mampu berpuasa.

Golongan atau orang yang tak wajib puasa

Perlu dipahami orang yang boleh tak puasa ini artinya orang yang mendapat keringanan.

Orang yang mendapat keringanan itu sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat berikutnya, ayat 184.

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberikan makan bagi seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Meski puasa Ramadhan ini wajib bagi seluruh umat Muslim, tapi ada beberapa golongan yang mendapat keringanan.

Orang Yang Boleh Tak Berpuasa di Bulan Ramadan

Berikut syarat bagi orang mendapat keringanan tak menjalankan puasa Ramadhan.

- Orang yang Tak Berakal / gila

Bagi orang yang mengidap penyakit gila tidak memiliki kesadaran, maka tak wajib berpuasa.

Bagi orang yang megidap epilepsi atau mabuk, wajib meng-qadha puasa yang ditinggalkan.

- Orang yang Bepergian / musafir

Sebagaimana dijelaskan dalam ayat tersebut, orang yang dalam perjalanan mendapat keringanan berpuasa.

Kebolehan orang tak wajib puasa Ramadhan itu juga bila berpergian dengan jarak tertentu dan adanya kekhawatiran yang mengancam kesehatan atau pun nyawa.

Tetapi, baginya diwajibkan mengqadha puasa sebanyak hari yang ditinggalkan.

- Orang yang Sakit

Bagi orang yang sakit parah, maka mendapatkan keringanan tak wajib puasa Ramadhan.

Tetapi, perlu diingatkan, ada tiga hukum antara puasa atau berbuka tak puasa tergantung kondisinya.

Makruh berpuasa dan boleh berbuka jika ia menyangka akan terjadi hal membahayakan bila berpuasa.

Haram berpuasa dan wajib berbuka bagi ia sakit parah membahayakan nyawa.

Wajib berpuasa dan haram berbuka bagi orang yang sakit ringan saja, semisal sakit tak menimbulkan beban berat, sekedar pusing, sakit di bagian telinga atau gigi.

- Wanita yang mendapat halangan

Bagi wanita dibebani uzur / halangan karena haid dan nifas, maka tak diwajibkan berpuasa.

Termasuk bagi ibu hamil atau sedang menyusui.

Karena khawatir terhadap kondisi anak akan kekurangan asupan asi, maka boleh tak puasa.

Bagi mereka kemudian wajib untuk mengqadha puasa Ramadhan tersebut.

- Orang yang sudah tua renta

Mereka, yang tak wajib puasa Ramadhan juga adalah orang tua yang sudah tak mampu menjalankan puasa.

Mereka tak mampu puasa entah disebabkan pikun atau pun fisiknya.

Hal ini sebagaimana pula disebutkan dalam hadis mauquf bihukmi marfu.

“Dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: “diberikan dispensasi (rukhsoh) bagi orang tua renta untuk tidak berpuasa dan ia harus memberi makan satu orang miskin setiap hari, dan tidak ada qadha puasa baginya.”

(HR. Imam al Daru Quthni dan imam al Hakim, dan mereka menilai shahih terhadap hadis tersebut)

Berita Terkait Ramadan

Artikel ini telah tayang di Tribunjabar.id dengan judul Inilah Golongan Orang yang Wajib Puasa Ramadan dan yang Boleh Tak Puasa Ramadan, Berikut Syaratnya

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved